Pencarian

Apple Bayar Ganti Rugi Rp 4 Triliun Terkait Iklan AI Menyesatkan

Rabu, 06 Mei 2026 • 09:40:01 WIB
Apple Bayar Ganti Rugi Rp 4 Triliun Terkait Iklan AI Menyesatkan
Apple setuju bayar ganti rugi Rp 4 triliun terkait iklan fitur AI yang belum tersedia.

Apple menyepakati pembayaran kompensasi senilai 250 juta dolar AS atau sekitar Rp 4 triliun untuk menyelesaikan gugatan kelompok (class action) di Amerika Serikat. Gugatan ini menuduh Apple menyesatkan konsumen melalui promosi fitur kecerdasan buatan (AI) pada lini iPhone 15 Pro dan iPhone 16 yang belum tersedia saat produk dipasarkan. Kasus ini menyoroti besarnya tekanan bagi raksasa teknologi untuk memenuhi ekspektasi pasar di tengah perlombaan inovasi AI generatif yang kian agresif.

Kesepakatan damai ini muncul setelah Apple menghadapi tekanan hukum dari para pemegang saham dan konsumen yang merasa tertipu oleh kampanye pemasaran Apple Intelligence. Dalam dokumen gugatan, Apple dituding membombardir pasar dengan iklan yang menonjolkan fitur-fitur pintar, padahal teknologi tersebut belum siap digunakan oleh pembeli pada hari pertama peluncuran perangkat.

Kompensasi hingga Rp 1,5 Juta per Perangkat

Berdasarkan detail penyelesaian hukum tersebut, konsumen di Amerika Serikat yang membeli model iPhone tertentu dalam periode 10 Juni 2024 hingga 29 Maret 2025 berhak mengajukan klaim. Dana kompensasi yang disiapkan mencapai 250 juta dolar AS (sekitar Rp 4 triliun) yang akan dibagikan kepada pengguna yang memenuhi syarat.

Setiap perangkat yang terdaftar bisa menerima kompensasi mulai dari 25 dolar AS (Rp 400 ribu) hingga maksimal 95 dolar AS (sekitar Rp 1,5 juta). Nilai akhir yang diterima konsumen akan bergantung pada jumlah total klaim yang masuk ke dalam sistem. Adapun model yang masuk dalam daftar kompensasi ini adalah:

  • Seluruh lini iPhone 16 (iPhone 16, 16 Plus, 16 Pro, 16 Pro Max)
  • iPhone 16E
  • iPhone 15 Pro
  • iPhone 15 Pro Max

Ekspektasi Siri yang Melampaui Realitas

Inti dari gugatan ini adalah ketidaksesuaian antara janji iklan dengan ketersediaan fitur "Enhanced Siri". Apple secara agresif mempromosikan asisten digital yang lebih cerdas dan kontekstual sebagai nilai jual utama iPhone 16, namun kenyataannya fitur tersebut terus mengalami penundaan.

Meskipun Apple Intelligence mulai dirilis secara bertahap pada September 2024, banyak fitur kunci seperti integrasi Siri yang lebih mendalam baru dijadwalkan hadir sepanjang 2025. Bahkan, laporan terbaru menunjukkan bahwa pemutakhiran Siri yang didukung oleh model AI Gemini milik Google kemungkinan besar baru akan optimal pada akhir 2026.

Respons Apple dan Tekanan Rivalitas Android

Dalam pernyataan resminya, Apple membantah telah melakukan kesalahan atau praktik penyesatan secara sengaja. Perusahaan yang bermarkas di Cupertino ini memilih jalan damai agar bisa fokus pada pengembangan produk tanpa terganggu oleh proses litigasi yang berkepanjangan.

"Apple telah mencapai penyelesaian untuk menyelesaikan klaim terkait ketersediaan dua fitur tambahan. Kami menyelesaikan masalah ini agar tetap fokus pada apa yang terbaik kami lakukan, yaitu menghadirkan produk dan layanan paling inovatif bagi pengguna kami," ujar juru bicara Apple.

Pihak Apple juga menegaskan bahwa mereka telah merilis puluhan fitur AI sejak peluncuran perdana, termasuk Visual Intelligence, Live Translation, Writing Tools, Genmoji, hingga fitur penyuntingan foto Clean Up. Namun, bagi para penggugat, kehadiran fitur-fitur tersebut dianggap terlambat dan tidak sesuai dengan narasi awal yang membuat mereka memutuskan untuk membeli perangkat kelas atas tersebut.

Situasi ini mempertegas posisi Apple yang saat ini sedang berupaya mengejar ketertinggalan dari kompetitor Android seperti Samsung dan Google yang sudah lebih dulu mengintegrasikan fitur AI generatif secara penuh ke dalam ekosistem mereka. Bagi industri teknologi, kasus ini menjadi preseden penting bahwa janji fitur perangkat lunak di masa depan tidak bisa lagi digunakan secara sembarangan untuk mendongkrak penjualan perangkat keras di masa sekarang.

Bagikan
Sumber: cnet.com

Berita Terkini

Indeks