SUMATERA UTARA — Keputusan itu disampaikan Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Andi Fajar dalam wawancara dengan ANTARA di Jakarta, Senin. Menurut dia, absennya Janice bukan soal kesiapan, melainkan soal kalender dan peringkat.
405 Poin yang Harus Dipertahankan hingga Desember 2026
Berdasarkan perhitungan Pelti, Janice memiliki sekitar 405 poin yang wajib dijaga hingga Desember 2026. Jika poin itu hilang, posisinya di peringkat dunia berpotensi turun dan membuat peluangnya masuk daftar peserta utama Australian Open semakin sulit.
Persoalan utamanya bukan denda, melainkan konsekuensi kehilangan poin dari turnamen WTA 1000 Beijing yang harus ia lewati.
Surat Resmi ke WTA, tapi Aturan Tak Bisa Dilonggarkan
Andi mengungkapkan Pelti telah mengirim surat resmi kepada Women's Tennis Association (WTA) untuk meminta kebijakan khusus. Harapannya, Janice tidak kehilangan poin meski memilih tampil di Asian Games.
"Kami sudah mengirim resmi meminta, bisa tidak ada kebijakan dari WTA terkait zero point dalam tenis. Maksudnya kalau Janice ikut Asian Games, boleh tidak poinnya dia tidak turun," ujar Andi.
WTA tidak bisa memberikan pengecualian. Keringanan yang tersedia hanya menyangkut penalti akibat ketidakhadiran pemain.
"Yang bisa diberikan itu hanya keringanan penalti. Jadi Janice harus mempertahankan poin dia sekarang," kata Andi.
Pelti bahkan menyatakan siap menanggung denda yang dikenakan kepada Janice maupun federasi. Namun, hal itu tidak menyelesaikan masalah poin.
"Kita juga mau bayar. Pelti siap bayar. Kita sudah sampaikan ke WTA, kita akan membayar denda. Tapi tidak ada hubungannya dengan zero point itu," ujar Andi.
Mengapa Eala Bisa Tampil, Janice Tidak
Keputusan Janice sempat dibandingkan dengan petenis Filipina Alexandra Eala yang tetap turun di Asian Games dan menerima konsekuensi penalti. Andi menilai situasi keduanya berbeda.
"Eala itu di awal tahun dia banyak poin sama pertengahan tahun. Jadi poinnya cukup untuk tampil di Australian Open. Jadi dia aman," kata Andi.
Ia menambahkan Janice bukan satu-satunya petenis papan atas yang absen. Sejumlah nama besar WTA lain juga memilih melewatkan Asian Games edisi ini karena pertimbangan kalender dan peringkat.
"Jadi ini bukan cuma Janice. Ada enam pemain top WTA dunia yang tidak bermain," ujar Andi, menyebut petenis Jepang Naomi Osaka dan petenis Kazakhstan juara US Open 2026 Elena Rybakina turut absen.
Target Jangka Panjang: Olimpiade
Pelti mengaku sudah berkoordinasi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga soal keputusan ini. Federasi memilih memprioritaskan target jangka panjang Janice, terutama peluang tampil di Olimpiade.
Tampil di Australian Open dinilai menjadi salah satu tahapan penting menuju target tersebut.
"Kita sudah koordinasi dengan Pak Menteri. Kita support bagaimana supaya yang paling penting adalah Olimpiade. Harapan kita Janice bisa masuk ke situ. Itu capaian kita tertinggi sebenarnya," ujar Andi.