Pencarian

Tottenham Kalah 2-3 dari Aston Villa, De Zerbi Akui Timnya Terlalu Rapuh

Sabtu, 19 September 2026 • 22:46:31 WIB
Tottenham Kalah 2-3 dari Aston Villa, De Zerbi Akui Timnya Terlalu Rapuh

SUMATERA UTARA — Tottenham Hotspur menelan kekalahan 2-3 dari Aston Villa di kandang sendiri dan masih belum meraih kemenangan di Premier League musim ini. Roberto de Zerbi menyebut timnya "terlalu rapuh" setelah gol-gol Nicolas Jackson dan Emi Buendia memastikan kekalahan meski Spurs sempat mendominasi 20 menit awal.

Tottenham Hotspur belum juga menemukan solusi atas masalah mereka di Premier League. Bermain di kandang sendiri, Spurs tumbang 2-3 dari Aston Villa dan kini terpuruk di tiga terbawah klasemen setelah menghabiskan lebih dari 300 juta poundsterling di bursa transfer musim panas.

Kekalahan ini memperpanjang rekor buruk Tottenham yang gagal menang dalam 36 pertandingan Premier League terakhir setiap kali kebobolan lebih dulu. Catatan itu sudah terlihat sejak babak pertama usai.

Gol Manzambi Buka Jalan Kekalahan Spurs

Tottenham mendominasi 20 menit pembuka. Kiper Villa, Zion Suzuki, terpaksa bekerja keras menepis peluang Savio dan Archie Gray. Namun tanpa gol, Spurs selalu rentan di sisi lain lapangan.

Petaka datang di injury time babak pertama. Johan Manzambi mencetak gol pembuka dari jarak dekat setelah kemelut yang berawal dari sepak pojok. Micky van de Ven saat itu sedang di luar lapangan menjalani perawatan akibat benturan di wajah.

Beberapa ribu penonton tuan rumah memilih meninggalkan stadion lebih awal setelah Buendia mencetak gol spektakuler dari jarak 25 yard pada menit ke-79. Mereka melewatkan dua gol hiburan Tottenham dari Conor Gallagher dan Jan Paul van Hecke di menit-menit akhir.

De Zerbi Soroti Gol Pertama yang Tak Seharusnya Terjadi

Pelatih Tottenham, Roberto de Zerbi, menyoroti gol pertama Villa yang ia nilai seharusnya bisa dicegah meski timnya bermain dengan 10 orang.

"Fokus saya adalah mengapa kami kebobolan gol pertama dengan 10 pemain. Kami bisa bertahan lebih kuat, berkomunikasi lebih banyak, dan bertahan dengan kompak," kata De Zerbi.

"Saya sangat sedih dan frustrasi dengan penampilan ini. Kami tidak boleh kalah dengan cara seperti ini. Gol kedua yang kami kebobolan sungguh luar biasa," ujarnya menambahkan.

De Zerbi juga mengungkapkan bahwa ia tidak berbicara dengan para pemain usai pertandingan. Menurutnya, para pemain yang bergabung dengan tim nasional harus tetap bermain dan bekerja.

Kudus Sempat Cetak Gol, tapi Dibatalkan Offside

Momen krusial terjadi pada menit ke-60. Mohammed Kudus sempat mencetak gol penyama kedudukan, tetapi wasit menganulirnya karena Andy Robertson dinilai offside saat memberikan umpan silang.

Tujuh menit berselang, Jackson mencetak gol kedua Villa memanfaatkan bola panjang Suzuki ke area pertahanan Tottenham. Gol itu praktis mengakhiri perlawanan tuan rumah.

Statistik pertandingan menunjukkan Tottenham sebenarnya tidak kalah menyerang. Mereka mencatat lebih banyak tembakan dalam tiga dari empat pertandingan terakhir, termasuk penguasaan bola dan sentuhan di kotak penalti lawan yang lebih tinggi.

Aston Villa Juga Butuh Kemenangan Perdana

Bagi Aston Villa, kemenangan ini menjadi yang pertama di liga setelah tiga kekalahan dalam empat pertandingan pembuka. Klub berjuluk The Villans itu mengeluarkan lebih dari 250 juta poundsterling untuk merombak skuad akibat sejumlah pemain bintang yang hengkang.

Kapten Villa, John McGinn, yang dibeli seharga 2,75 juta poundsterling dari Hibernian delapan tahun lalu, tampil lebih menonjol dibanding gelandang Tottenham, Sandro Tonali, yang didatangkan seharga 100 juta poundsterling dari Newcastle.

Kiper Suzuki menjadi pahlawan Villa dengan tiga penyelamatan penting untuk menepis peluang Savio. Pemain Brasil itu memudar di babak kedua, sementara Omar Marmoush yang didatangkan untuk mencetak gol tidak memberikan kontribusi berarti.

Start Terburuk Tottenham Sejak 2008

Ini menjadi start terburuk Tottenham di kompetisi liga sejak musim 2008-09, ketika mereka juga hanya mengoleksi dua poin dari lima pertandingan. Saat itu, Juande Ramos dipecat setelah tiga kekalahan berikutnya sebelum Harry Redknapp membawa Spurs finis di posisi kedelapan.

Mantan penyerang Brighton, Glenn Murray, menilai De Zerbi butuh waktu untuk membangun timnya. Menurutnya, secara statistik Tottenham menunjukkan tanda-tanda positif yang bisa menjadi dasar perbaikan.

"Dia sedang mencoba membangun sesuatu, itu butuh waktu. Kesabaran diperlukan, metriknya ada untuk menunjukkan dia akan membalikkan keadaan," kata Murray kepada BBC Final Score.

Tottenham kini memasuki jeda internasional tiga pekan tanpa kemenangan di liga. Tekanan terhadap De Zerbi dipastikan semakin besar jika Spurs kembali gagal meraih poin penuh setelah jeda.

Follow www.redaksisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bbc.co.uk

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks