MEDAN — Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) menyatakan dukungan penuh terhadap perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara tahun 2026. Dukungan ini disampaikan langsung oleh Rektor UINSU, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., yang mengapresiasi kerja sama antara Gubernur Sumut M. Bobby Afif Nasution, LPTQ, dan seluruh kafilah.
"Kolaborasi ini sangat penting dalam menyemarakkan syiar Al-Qur'an serta membina generasi muda yang berakhlakul karimah di Sumatera Utara," ujar Nurhayati dalam keterangan yang diterima di Medan, Selasa.
1.109 Peserta dari 33 Kabupaten/Kota
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan ajang keagamaan terbesar di wilayah ini akan berlangsung meriah. Sebanyak 1.109 peserta yang merupakan perwakilan dari kabupaten dan kota se-Sumut akan berlomba dalam berbagai cabang tilawah dan pemahaman Al-Qur'an.
Lokasi pelaksanaan dipusatkan di Lapangan Astaka Pancing, Deli Serdang. Rangkaian acara akan berjalan selama sepuluh hari, mulai 15 hingga 24 Juni 2026.
Tema "Sumut Berkah" Jadi Pegangan
Mengusung tema "Satu Irama Tilawah, Satu Tekad dalam Kolaborasi Sumut Berkah", MTQ tahun ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan. Menurut Rektor UINSU, tema tersebut sejalan dengan visi universitas dalam menciptakan iklim pendidikan yang agamis dan inklusif.
UINSU memandang momentum ini sebagai wadah strategis untuk mempererat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat. "MTQ bukan sekadar lomba membaca Al-Qur'an, tetapi juga sarana memperkuat persaudaraan," tambah Nurhayati.
Ajakan untuk Seluruh Masyarakat
Di akhir pernyataannya, Rektor UINSU mengajak seluruh sivitas akademika dan masyarakat luas untuk turut menyukseskan acara ini. Ia berharap MTQ ke-40 dapat melahirkan qari dan qariah terbaik yang mampu mengharumkan nama Sumatera Utara di kancah nasional.
"Mari bersama sukseskan MTQ ke-40 Sumatera Utara sebagai momentum memperkuat syiar Islam, pendidikan Al-Qur'an, dan kolaborasi menuju Sumut Berkah," pungkasnya.
Dengan dukungan penuh dari institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan para kafilah, ajang ini diharapkan tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga duta-duta pembawa pesan damai Al-Qur'an di tengah masyarakat.