SUMATERA UTARA — Insiden bermula sekitar pukul 09.00 WIB saat Misbah, Bahrudin (60), Asep Rohimat (30), dan Saepul (50) tengah menggarap ladang di kawasan yang berbatasan langsung dengan hutan. Dua saksi mata, Jamjuri (49) dan Suparman (52), menuturkan bahwa seekor babi hutan tiba-tiba keluar dari semak belukar dan menyerang warga secara membabi buta sebelum akhirnya melarikan diri ke dalam hutan.
Empat Korban Dilarikan ke RSUD, Satu Alami Luka Berat
Seluruh korban segera dilarikan ke RSUD Pagelaran untuk mendapatkan perawatan medis darurat. Misbah menjadi korban dengan luka paling parah setelah salah satu jarinya terputus akibat gigitan. Bahrudin juga mengalami luka berat, sementara Asep dan Saepul hanya mengalami luka ringan.
“Setelah menerima laporan kejadian, anggota segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan, membantu penanganan korban, serta berkoordinasi dengan masyarakat,” kata Kapolsek Pagelaran Iptu Budi Rustandi, Sabtu (13/6/2026).
Beruntung, setelah mendapatkan penanganan medis, seluruh korban diperbolehkan pulang dan kini menjalani masa pemulihan di rumah masing-masing.
Operasi Pemburuan Dua Hari, Babi Hutan Akhirnya Dilumpuhkan
Merespons kejadian yang meresahkan itu, polisi bersama warga menggelar operasi pemburuan intensif di kawasan hutan sekitar lokasi serangan. Pencarian yang berlangsung selama dua hari itu akhirnya membuahkan hasil pada Jumat (12/6/2026) malam.
“Alhamdulillah, satwa yang diduga menyerang warga telah berhasil ditemukan dan dilumpuhkan sehingga potensi ancaman terhadap masyarakat dapat diantisipasi,” ungkap Iptu Budi.
Pihak kepolisian memastikan situasi di Desa Bunijaya kini telah kembali kondusif. Meski demikian, warga diminta tetap waspada, terutama bagi mereka yang lahan garapannya berbatasan langsung dengan area hutan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada saat beraktivitas di area perkebunan maupun persawahan yang berbatasan dengan kawasan hutan serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan satwa liar yang berpotensi membahayakan,” sambung dia.
Serangan babi hutan terhadap petani di kawasan penyangga hutan kerap terjadi saat musim tertentu atau ketika sumber pakan satwa di hutan mulai berkurang. Kasus di Cianjur ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar di daerah yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi.