Tiket Rp22 Ribu, KA Siantar Ekspres Jadi Favorit Wisatawan Menuju Danau Toba
Medan — PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara terus memperkuat dukungannya terhadap pengembangan pariwisata Danau Toba melalui layanan KA Siantar Ekspres. Kereta relasi Medan–Pematang Siantar ini dinilai menjadi moda transportasi massal andalan yang menghubungkan sejumlah wilayah strategis di Sumatera Utara.
Pelaksana Tugas Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan KA Siantar Ekspres berperan penting dalam meningkatkan konektivitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya sektor pariwisata di kawasan Danau Toba.
“KA Siantar Ekspres menjadi penghubung utama akses wisata menuju Danau Toba, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat antarwilayah,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).
Berdasarkan data operasional, sepanjang Januari 2026 KAI Divre I Sumut melayani 233.182 penumpang. Dari jumlah tersebut, KA Siantar Ekspres mencatat 45.823 pelanggan, tertinggi di antara layanan lainnya, dengan pertumbuhan 8,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Capaian tersebut menjadikan KA Siantar Ekspres sebagai layanan dengan pertumbuhan penumpang paling signifikan di awal 2026. Jalur ini menghubungkan enam wilayah, yakni Kota Medan, Kota Tebing Tinggi, Kota Pematang Siantar, Kabupaten Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Simalungun.
Menurut Anwar, keterjangkauan tarif menjadi salah satu faktor utama meningkatnya minat masyarakat. Harga tiket yang dibanderol Rp22 ribu dinilai ekonomis dan ramah bagi berbagai kalangan.
Selain itu, lokasi Stasiun Siantar yang berada di pusat Kota Pematang Siantar memberikan kemudahan akses ke kawasan perbelanjaan, perkantoran, hingga sentra kuliner, tanpa memerlukan perjalanan lanjutan yang jauh.
Sementara itu, layanan KA Putri Deli relasi Medan–Tanjung Balai juga mencatatkan tren positif dengan pertumbuhan penumpang sekitar 3 persen, atau mencapai 110.988 pelanggan sepanjang Januari 2026.
Terkait KA Cut Meutia di Aceh, KAI masih memfokuskan upaya pemulihan prasarana akibat dampak banjir bandang akhir tahun lalu. Perbaikan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan aspek keselamatan sebelum layanan kembali dioperasikan.
“Kami berkomitmen menghadirkan transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan semakin mudah diakses masyarakat,” tutup Anwar.
