MEDAN — Kepling (Kepala Lingkungan) III Ummylurita Panggabean, yang akrab disapa Rita, menyebut semangat gotong royong ini sengaja digelorakan untuk mewujudkan lingkungan yang sehat dan bersih. Hal itu sejalan dengan program Lurah TSM III Ian Adian Tarigan S.Sos MIKom.
"Semangat Gotroy tetap kita budayakan dalam upayakan mewujudkan lingkungan yang sehat dan bersih, sejalan dengan program Lurah TSM III. Untuk pelaksanaan kali ini juga kita rangkai untuk menyambut HUT ke-81 RI," ujar Rita di sela-sela kegiatan.
Partisipasi Warga dan Tokoh Masyarakat
Rita mengaku bersyukur karena respons warga terhadap kegiatan ini cukup tinggi. Selain terjun langsung mengorek parit dan membersihkan lingkungan, warga juga berpartisipasi menyediakan minuman serta makanan ringan untuk para peserta gotong royong.
Ia menyampaikan apresiasi kepada warga, terutama para orang tua di Lingkungan III seperti H Bustami, Bahar GL Pilly, Syahrial, Mancun, dan Ali Jaman. Para penggerak generasi muda seperti Ismadi dan Vina juga disebut turut menyukseskan kegiatan tersebut.
Harapan Revitalisasi Parit ke Pemko Medan
Di tengah kegiatan, Rita menyampaikan harapan agar Pemerintah Kota (Pemko) Medan dapat merevitalisasi parit di Jalan Rawa I. Menurutnya, saluran parit di kawasan tersebut terakhir dibangun pada 2012 sehingga perlu perhatian agar aliran air lebih lancar.
"Kalau bisa bermohon kami mengharapkan Pemko Medan dapat merevitalasi keberadaan parit di Jalan Rawa I agar aliran airnya lebih lancar," ujarnya.
Keluhan Sampah Kiriman dan Kabel Tumpang Tindih
H Bustami dan Bahar GL Pilly menambahkan, kebersihan di kawasan Jalan Rawa I sesungguhnya sudah cukup baik. Namun, mereka kerap menerima kiriman sampah liar dari masyarakat luar yang diduga dibuang sembarangan di jalan.
"Kita sering kesal, tiba-tiba sampah berserak di jalan yang diduga dibuang oleh masyarakat luar," ujar Bahar.
Selain sampah, tumpang tindihnya kabel di kawasan tersebut juga dinilai merusak pemandangan. Menurut Bahar, kabel listrik dan telepon memang wajar, namun jumlah kabel yang menumpuk saat ini sudah terlalu banyak dan mengganggu estetika lingkungan.