Pencarian

Insentif EV Bakal Diprioritaskan untuk Merek Nasional, Wuling Masih Menunggu Skema Baru

Minggu, 02 Agustus 2026 • 18:18:01 WIB
Insentif EV Bakal Diprioritaskan untuk Merek Nasional, Wuling Masih Menunggu Skema Baru
Wuling Motors masih menunggu skema final insentif kendaraan listrik dari pemerintah sebelum menentukan langkah selanjutnya.

SUMATERA UTARA — Wacana pengalihan insentif kendaraan listrik untuk merek nasional mulai mengemuka. Menindaklanjuti itu, Wuling Motors memberikan respons yang cenderung hati-hati. Mereka tidak mau berspekulasi sebelum skema final diumumkan pemerintah.

Marketing Director Wuling Motors Ricky Christian menyatakan pihaknya masih akan mempelajari skema insentif baru tersebut. Ia juga belum bisa memastikan apakah Wuling bisa berkontribusi dalam skema yang tengah dirancang pemerintah.

"Kami akan coba mempelajari dahulu skema insentif yang baru ini seperti apa, dan apakah Wuling bisa berkontribusi juga pada skema baru ini, dan intinya kami menghargai kebijakan yang diberikan pemerintah," ujar Ricky.

Insentif Terbukti Dorong Pasar EV, Wuling Berharap Program Berlanjut

Di balik sikap menunggu itu, Wuling sebenarnya punya kepentingan besar terhadap kelanjutan insentif. Ricky mengakui percepatan elektrifikasi beberapa tahun terakhir tidak lepas dari dukungan program pemerintah.

"Tentu (kami berharap ada insentif mobil listrik lagi), karena kita melihat beberapa tahun terakhir ini, percepatan elektrifikasi salah satunya juga didukung dengan adanya insentif," katanya.

Meski begitu, Wuling menegaskan akan mengikuti kebijakan terbaru yang berlaku. Harga mobil listrik yang mereka tawarkan saat ini pun disebut sudah mengikuti regulasi yang ada.

Pemerintah Tegaskan Prioritas untuk Merek Nasional

Wacana ini bermula dari pernyataan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Ia menyampaikan bahwa arah kebijakan insentif kendaraan listrik akan difokuskan kepada produk nasional.

"Kita akan prioritaskan mobil-mobil dan motor listrik merek nasional," ujar Agus di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Sayangnya, detail bentuk insentif belum dijelaskan secara rinci. Agus hanya merujuk pada pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang sudah disampaikan sebelumnya. "Insentif mobil kan udah disampaikan oleh Pak Airlangga (Menko Perekonomian) kan dalam statement-nya. Ikuti aja statement-nya," sambung Agus.

Pola Penyaluran Berubah, Menunggu Masukan Kemenperin dan Danantara

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan program insentif kendaraan listrik tetap berlanjut. Namun pola penyalurannya akan berbeda dari periode sebelumnya.

"Motor listrik masih ada insentif nanti, tapi dialihkan ke beberapa perusahaan tertentu," bilang Purbaya.

Ia mengungkapkan, pemerintah masih menunggu masukan dari Kementerian Perindustrian dan Danantara untuk menentukan perusahaan atau pihak yang berhak menerima insentif. "Saya masih tunggu masukan dari Menperin dan dari Danantara. Karena dia yang diminta menentukan kemana subsidinya, untuk mobil juga kita tunggu masukan," ujarnya.

Yang Perlu Diperhatikan Pembeli

Bagi konsumen yang sedang menimbang membeli mobil listrik, perubahan arah insentif ini punya implikasi langsung. Jika skema baru benar-benar memprioritaskan merek nasional, potensi harga mobil listrik dari pabrikan asing seperti Wuling bisa berubah.

Belum ada kepastian apakah insentif akan berbentuk potongan harga, subsidi PPN, atau skema lain. Yang jelas, keputusan pembelian yang melibatkan puluhan juta rupiah sebaiknya menunggu pengumuman resmi mekanisme insentif dari pemerintah.

Wuling sendiri masih menunggu rincian tersebut sebelum menentukan langkah selanjutnya. Sampai saat itu, posisi mereka tetap sama: menghormati kebijakan dan menyesuaikan diri dengan aturan yang berlaku.

Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks