Pencarian

KONI Sumut Mulai Program Pembinaan Intensif untuk 131 Atlet, Target Pertahankan Prestasi di PON 2028

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 10:11:31 WIB
KONI Sumut Mulai Program Pembinaan Intensif untuk 131 Atlet, Target Pertahankan Prestasi di PON 2028
Ketua Umum KONI Sumut Hatunggal Siregar menyampaikan program pembinaan intensif untuk 131 atlet di Medan, Jumat (31/7/2026).

MEDAN — KONI Sumatera Utara tidak ingin kehilangan atlet terbaiknya menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028. Melalui Program Pembinaan Intensif (PPI) yang berjalan sejak Juni 2026, KONI Sumut memprioritaskan pembinaan terhadap 131 atlet peraih medali pada PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Ketua Umum KONI Sumut, Kolonel TNI (Purn) Hatunggal Siregar, menyebut program ini menjadi strategi besar untuk memastikan atlet potensial tidak berpindah ke daerah lain. Porprovsu 2026 yang dijadwalkan November mendatang juga dimanfaatkan sebagai wadah penjaringan bibit atlet terbaik.

"Pembinaan kita mulai sejak dini. Selain meningkatkan kualitas atlet, kita juga ingin memastikan atlet-atlet terbaik Sumut tetap membela daerahnya dan tidak berpindah ke provinsi lain," ujar Hatunggal dalam konferensi pers di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Jumat (31/7).

Fokus pada Cabang Olahraga Perorangan

Keterbatasan anggaran membuat KONI Sumut belum bisa membina seluruh cabang olahraga. Untuk sementara, fokus pembinaan diarahkan pada 18 cabang olahraga perorangan yang nomor pertandingannya masih dipertandingkan di PON XXII.

"Harusnya memang semua cabang olahraga masuk dalam program pembinaan. Tetapi dengan keterbatasan anggaran, sementara kita fokus pada cabang olahraga perorangan," kata Hatunggal.

Meski begitu, KONI Sumut tetap membuka peluang pembinaan yang lebih luas. Porprovsu 2026 akan mempertandingkan 28 cabang olahraga, dengan syarat minimal 17 kepengurusan kabupaten/kota atau memenuhi 50 persen plus satu pengurus cabang.

Perluasan Jangkauan Hingga Kepulauan Nias

KONI Sumut tidak hanya mengandalkan daerah-daerah yang selama ini menjadi lumbung prestasi. Wilayah kepulauan seperti Nias juga masuk dalam program pembinaan intensif.

Hatunggal mencontohkan atlet bernama Kevin yang berhasil meraih medali perak SEA Games. "Di Nias kita juga menjalankan Program Pembinaan Intensif. Di sana ada atlet bernama Kevin yang berhasil meraih medali perak SEA Games. Potensi seperti ini harus terus kita jaga dan kembangkan," ungkapnya.

Hingga kini, KONI Sumut telah melantik kepengurusan di 16 kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Nias Utara dan Nias Barat. Kehadiran pengurus ini diharapkan memperkuat pembinaan atlet sejak tingkat daerah.

Dukungan Pemprov Sumut dan Motivasi Atlet

Perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terhadap dunia olahraga dinilai semakin besar. Dukungan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution, terutama melalui pemberian reward kepada atlet berprestasi, menjadi faktor penting menjaga motivasi.

"Perhatian Gubernur terhadap pembinaan maupun reward atlet sangat besar. Ini menjadi motivasi bagi atlet untuk terus berprestasi," katanya.

Tren prestasi olahraga Sumut memang sedang positif. Pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, Sumut berhasil menempati peringkat keempat. Di SEA Games, 30 dari 35 atlet asal Sumut yang tampil berhasil membawa pulang medali.

Untuk menjaga momentum, KONI Sumut akan menggelar berbagai kejuaraan setiap bulan. Ajang ini sekaligus menjadi sosialisasi Porprovsu 2026 dan mengasah kemampuan atlet.

"Kami akan berusaha mempertahankan prestasi Sumatera Utara pada PON XXII nanti. Minimal capaian kita tidak jauh berbeda dengan hasil pada PON XXI, meskipun ada beberapa cabang olahraga unggulan yang tidak lagi dipertandingkan," ujar Hatunggal.

Bagikan
Sumber: asaberita.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks