TEBING TINGGI — Puluhan anggota Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan, pelaku usaha perempuan, dan ASN mengikuti literasi keuangan yang digelar OJK Sumut di Kantor Wali Kota Tebing Tinggi, Selasa (23/6). Kegiatan ini merupakan kolaborasi OJK dengan Pemerintah Kota Tebing Tinggi.
Kesenjangan Literasi Berdasarkan Gender
Asisten Direktur Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Sumut, Reza Leonhard, memaparkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025. Indeks literasi keuangan nasional baru mencapai 66,46 persen, sementara indeks inklusi keuangan sudah menyentuh 80,51 persen.
Angka itu menunjukkan jurang antara akses dan pemahaman. “Meskipun akses terhadap produk dan layanan keuangan semakin luas, peningkatan pengetahuan serta keterampilan keuangan masih perlu diperkuat,” ujar Reza di Medan, Rabu.
Berdasarkan gender, indeks literasi keuangan laki-laki tercatat 67,32 persen, lebih tinggi dibanding perempuan yang mencapai 65,58 persen. Adapun indeks inklusi keuangan keduanya relatif sebanding, masing-masing 80,73 persen dan 80,28 persen.
Peran Strategis Perempuan dalam Ekonomi Rumah Tangga
Reza menekankan perempuan memegang kendali penting dalam pengelolaan keuangan keluarga. Peningkatan literasi bagi mereka dinilai krusial agar masyarakat tidak sekadar memiliki akses ke bank atau aplikasi keuangan, tetapi mampu memanfaatkannya secara tepat.
“Dengan demikian, keluarga dapat memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara tepat serta terlindungi dari aktivitas keuangan ilegal yang merugikan,” kata Reza.
Edukasi untuk Cegah Investasi Ilegal
Kegiatan di Tebing Tinggi menjadi bagian dari upaya preventif OJK. Selain mendorong warga menabung atau berinvestasi di instrumen resmi, edukasi bertujuan membentengi masyarakat dari tawaran pinjaman online ilegal dan investasi bodong yang kerap menyasar ibu rumah tangga.
OJK Sumut berharap kegiatan serupa terus diperluas ke daerah lain di Sumatera Utara untuk mengejar ketertinggalan indeks literasi perempuan agar setara dengan laki-laki.