MEDAN — Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan menyelimuti belasan wilayah di Sumatera Utara pada Rabu (24/6) besok. Prakirawan Balai BMKG Wilayah I, Endah Paramitha, mengingatkan bahwa kondisi ini dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, terutama di daerah lereng barat dan lereng timur provinsi tersebut.
Apa yang Memicu Hujan Lebat di Sumut?
BMKG menjelaskan bahwa labilitas atmosfer di wilayah Sumatera Utara saat ini terpantau cukup labil. Kondisi ini mendukung proses konvektif dan pembentukan awan hujan yang bersifat lokal. Selain itu, analisis angin menunjukkan adanya belokan angin (shearline) yang turut berkontribusi terhadap peningkatan pembentukan awan hujan.
"Waspada potensi hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah lereng barat dan lereng timur Sumatera Utara yang dapat menyebabkan bencana, seperti banjir dan longsor," kata Endah Paramitha di Medan, Selasa (23/6).
Aktivitas Gelombang Kelvin yang masih aktif di wilayah Sumatra bagian utara juga disebut turut memperkuat pertumbuhan awan-awan konvektif. Kombinasi faktor inilah yang membuat potensi cuaca ekstrem dalam 24 jam ke depan meningkat.
Wilayah Mana Saja yang Terdampak?
Pada siang hingga sore hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di Deli Serdang, Langkat, Labuhanbatu Utara, dan Simalungun. Memasuki malam hari, hujan dengan intensitas serupa masih akan mengguyur sejumlah wilayah, dengan potensi hujan sedang di Labuhan Batu, Labuhanbatu Utara, Langkat, dan Mandailing Natal.
Sementara itu, pada pagi hari cuaca di sebagian besar wilayah Sumut diprakirakan berawan dengan potensi hujan ringan. Pada dini hari, kondisi umumnya kembali berawan. Suhu udara rata-rata berkisar antara 15 hingga 31 derajat Celcius dengan kelembaban mencapai 78 hingga 99 persen. Angin bertiup dari selatan hingga barat daya dengan kecepatan 3 hingga 7 kilometer per jam.
Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?
BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana, terutama di wilayah perbukitan dan lereng, untuk meningkatkan kewaspadaan. Potensi pohon tumbang dan sambaran petir juga perlu diantisipasi, khususnya bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan. Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan siaga untuk melakukan langkah mitigasi cepat jika debit air mulai naik atau terjadi pergerakan tanah.