SUMATERA UTARA — Computex 2026 di Taipei baru saja usai, dan Nvidia serta HP memanfaatkan panggung tersebut untuk memperkenalkan perangkat AI paling ambisius untuk penggunaan desktop. HP ZGX Fury GB300 yang diumumkan pada 31 Mei 2026 bukan sekadar PC biasa—ini adalah superkomputer meja yang dirancang untuk menangani beban kerja AI generatif yang sebelumnya hanya bisa dijalankan di pusat data.
Spesifikasi Utama
ZGX Fury GB300 ditenagai oleh Nvidia GB300 Grace Blackwell Ultra Desktop Superchip. Konfigurasi puncaknya menawarkan memori koheren hingga 784 GB—jenis memori yang memungkinkan CPU dan GPU mengakses data secara serempak tanpa hambatan.
Dari sisi komputasi, perangkat ini sanggup mencapai 20 petaflops pada presisi FP4. Untuk gambaran, satu petaflops setara dengan satu kuadriliun operasi floating point per detik. Angka ini membuat ZGX Fury GB300 setara dengan klaster server skala kecil yang diringkas ke dalam satu kotak di samping meja.
Untuk Siapa Perangkat Ini Dibuat?
Tidak seperti DGX Spark yang lebih terjangkau, ZGX Fury GB300 menyasar pengguna enterprise dan peneliti AI yang membutuhkan inferensi model besar secara lokal. "Lebih dari 70 persen PC enterprise menjalankan Windows, dan pelanggan kami meminta kekuatan komputasi AI super yang bisa terintegrasi mulus ke lingkungan mereka yang sudah ada," ujar Jim Nottingham, SVP dan Division President Advanced Compute and Solutions HP Inc., dalam pernyataan resmi.
Kemampuan menjalankan model dengan triliunan parameter tanpa koneksi cloud menjadi nilai jual utama. Perusahaan yang menangani data sensitif—seperti institusi keuangan, rumah sakit, atau lembaga riset—bisa memproses model AI secara lokal tanpa harus mengirim data ke server eksternal.
Harga dan Ketersediaan
HP belum mengumumkan harga resmi untuk ZGX Fury GB300. Namun, melihat harga Nvidia DGX Station yang menjadi basis perangkat ini—dengan konfigurasi menengah dihargai USD 94.000 (sekitar Rp 1,55 miliar) dan varian tertinggi mendekati USD 200.000 (sekitar Rp 3,3 miliar)—ZGX Fury GB300 diprediksi berada di kisaran yang sama.
Produk ini dijadwalkan meluncur pada kuartal IV 2026, bersamaan dengan Nvidia DGX Station dan perangkat serupa dari Dell, MSI, ASUS, serta Supermicro. Belum ada informasi mengenai ketersediaan di Indonesia.
Posisi di Pasar Workstation AI
ZGX Fury GB300 berada di segmen paling atas workstation AI, jauh di atas DGX Spark yang lebih ringan. Perangkat ini tidak ditujukan untuk pengguna individu atau startup kecil—melainkan untuk tim AI yang membutuhkan daya komputasi setara pusat data di kantor mereka sendiri.
Dengan memori 784 GB, perangkat ini mampu menangani model bahasa besar (LLM) seperti LLaMA atau versi kustom GPT dalam skala penuh. Bagi perusahaan yang sudah bosan dengan biaya langganan cloud yang membengkak, investasi di perangkat keras semacam ini bisa lebih ekonomis dalam jangka panjang.
HP ZGX Fury GB300 adalah jawaban untuk satu pertanyaan: bagaimana menjalankan AI skala industri tanpa harus menyewa ruang server. Jawabannya ada di meja kerja—dengan harga yang hanya terjangkau untuk mereka yang benar-benar membutuhkannya.