Pencarian

Harga Emas Antam Anjlok Rp 15.000 per Gram, Buyback Ikut Terkoreksi

Kamis, 04 Juni 2026 • 12:37:01 WIB
Harga Emas Antam Anjlok Rp 15.000 per Gram, Buyback Ikut Terkoreksi
Harga emas Antam turun tipis Rp 15.000 per gram pada 4 Juni 2026.

SUMATERA UTARA — Bagi Anda yang berniat membeli atau menjual emas batangan, Kamis ini jadi momentum berbeda. Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam ukuran 1 gram tercatat Rp 2.759.000, turun tipis dari posisi sebelumnya Rp 2.774.000 per gram. Sementara itu, harga buyback—harga yang dibayarkan Antam saat nasabah menjual emas—ditetapkan di Rp 2.571.000 per gram.

Penurunan harga ini masih jauh dari rekor tertinggi yang pernah dicetak pada 29 Januari 2026, ketika emas Antam menyentuh Rp 3.168.000 per gram dan buyback di level Rp 2.989.000. Artinya, harga saat ini sudah terkoreksi lebih dari 12 persen dari puncak historis tersebut.

Daftar Lengkap Harga Emas Antam 4 Juni 2026

Untuk berbagai ukuran, berikut rincian harga yang berlaku hari ini:

  • 0,5 gram: Rp 1.429.500
  • 1 gram: Rp 2.759.000
  • 2 gram: Rp 5.468.000
  • 3 gram: Rp 8.184.000
  • 5 gram: Rp 13.610.000
  • 10 gram: Rp 27.140.000
  • 25 gram: Rp 67.685.000
  • 50 gram: Rp 135.205.000
  • 100 gram: Rp 270.260.000
  • 250 gram: Rp 675.340.000
  • 500 gram: Rp 1.350.400.000
  • 1.000 gram: Rp 2.699.600.000

Tekanan dari Pasar Global: Konflik Iran-Kuwait dan Suku Bunga

Penurunan harga emas Antam tak lepas dari dinamika pasar dunia. Pada Rabu (3/6/2026), harga emas spot turun hampir 1 persen ke US$ 4.440,27 per troy ons, sementara kontrak berjangka emas AS melemah 1,1 persen ke US$ 4.468,60.

Ketegangan di Teluk meningkat setelah serangan Iran terhadap Kuwait merusak bandara dan melukai puluhan orang. Militer AS juga melakukan operasi di dekat Selat Hormuz, sementara upaya diplomasi belum menunjukkan kemajuan berarti.

“Aktivitas emas sebagian besar didorong oleh meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran,” ujar David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures. Menurutnya, konflik yang memicu kenaikan harga energi berpotensi mendorong inflasi lebih tinggi. “Hal ini bisa menyebabkan kenaikan suku bunga, yang selanjutnya memperkuat dolar dan menambah tekanan pada harga emas,” tambahnya.

Dolar Menguat, Emas Makin Tertekan

Emas batangan memang kerap dijadikan lindung nilai inflasi, tapi daya tariknya luntur di tengah suku bunga tinggi karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Indeks dolar AS naik untuk sesi ketiga berturut-turut, membuat emas yang dihargai dalam dolar semakin mahal bagi pemegang mata uang lain.

Dari sisi bank sentral, Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams menegaskan belum perlu mengubah suku bunga jangka pendek. Namun, Presiden Cleveland Fed Beth Hammack justru memberi sinyal sebaliknya: the Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga segera jika tekanan inflasi terus meningkat. Pasar kini menanti data penggajian non-pertanian AS untuk Mei yang akan dirilis Jumat (5/6) sebagai petunjuk arah kebijakan moneter.

Bagi investor dan masyarakat yang memegang emas Antam, penurunan harga ini bisa dimaknai dua sisi: momentum untuk akumulasi di harga lebih rendah, atau sinyal untuk wait and see melihat arah suku bunga global ke depan.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks