LABURA — Ketua PW PGMNI Sumut H. Idris Aritonang, S.Sos.I, menegaskan bahwa kehadiran organisasinya semata untuk memberi kontribusi sesuai kapasitas yang dimiliki. Ia menyatakan PGMNI tidak ingin mengambil peran pihak lain, melainkan menjadi mitra yang membantu dan memperkuat program-program untuk kemajuan madrasah.
"PGMNI hadir bukan untuk mengganggu, tapi untuk berkontribusi. Kami tidak ingin mengambil peran siapapun. Justru kami ingin menjadi mitra yang membantu dan memperkuat program-program untuk kemajuan madrasah," tegas Idris.
Menurut Idris, sinergi antara PGMNI dan Penmad tidak perlu dibangun secara kaku. Banyak ruang kolaborasi yang bisa dilakukan sepanjang dikomunikasikan dan disesuaikan dengan tugas serta kewenangan masing-masing pihak.
"Jangan kita kaku dalam bersinergi. Apa yang bisa kita bantu, kita bantu. Apa yang bisa kita kerjakan bersama, mari kita sinergikan. Yang penting tujuannya sama, bagaimana madrasah kita semakin maju dan guru-guru semakin mendapatkan perhatian," kata Idris.
Landasan kolaborasi ini dinilai kuat. Kehadiran PGMNI di Sumut telah mendapat sambutan baik, dengan 17 kabupaten/kota yang sudah terbentuk kepengurusannya.
"Dengan jaringan organisasi saat ini, PGMNI memiliki kekuatan untuk menggerakkan potensi masyarakat dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan madrasah," ucap Idris Aritonang.
Salah satu kontribusi yang telah dan terus didorong PGMNI adalah membantu madrasah swasta memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana. Bantuan itu disalurkan melalui jaringan aghniya, donatur, dan masyarakat yang peduli terhadap pendidikan.
Idris menyebut PGMNI berupaya menjadi jembatan antara madrasah yang membutuhkan dukungan dengan pihak-pihak yang memiliki kemampuan dan kepedulian untuk membantu.
"Selain itu, ruang sinergi dengan Penmad dapat dikembangkan dalam berbagai bidang, antara lain pembinaan guru, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, penguatan kelembagaan madrasah, sarana dan prasarana, wawasan kebangsaan, moderasi beragama, digitalisasi pendidikan, perlindungan anak dan peserta didik, serta kegiatan sosial kemasyarakatan," tambahnya.
PW PGMNI Sumut juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution melalui Kesbangpol Pemprovsu. Menurut Idris, Kesbangpol telah memberikan ruang kepada guru-guru madrasah untuk mendapatkan pembinaan dan penguatan wawasan kebangsaan.
Pembinaan wawasan kebangsaan bagi guru madrasah dinilai penting dalam membangun generasi yang memiliki nilai keagamaan sekaligus kecintaan terhadap bangsa dan negara. Ke depan, kegiatan itu diharapkan bergilir melibatkan guru madrasah dari berbagai kabupaten/kota di Sumut.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Boby Nasution melalui Kesbangpol yang telah memberikan ruang bagi guru-guru madrasah. Ini merupakan bentuk perhatian yang sangat baik. Mudah-mudahan pembinaan seperti ini bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak guru madrasah," ungkap Idris.
Idris berkomitmen kehadiran PGMNI tidak hanya saat ada persoalan, tetapi juga ikut mencari solusi dan menjalankan program yang bermanfaat. Dengan terbentuknya 17 PD PGMNI kabupaten/kota, seluruh jaringan diharapkan bergerak bersama dan membangun komunikasi baik dengan Kementerian Agama, khususnya Penmad di daerah masing-masing.
"Kita tidak ingin hanya menjadi organisasi yang banyak bicara. Kita ingin hadir dengan karya dan kontribusi. Kalau ada madrasah yang membutuhkan bantuan, kita berusaha mencari jalan keluarnya. Kalau ada program pemerintah yang bisa kita dukung, kita siap membantu untuk mensukseskannya," tegasnya.
Ia berharap hubungan PW PGMNI Sumut dan Penmad Kanwil Kemenag Sumut ke depan semakin terbuka, komunikatif, dan produktif.
"Kembali saya tegaskan, PGMNI hadir bukan untuk mengganggu, tetapi untuk berkontribusi. Mari kita hilangkan sekat-sekat, kita buka ruang komunikasi dan kita bangun kolaborasi. Karena tujuan kita sama: memajukan madrasah, meningkatkan kualitas guru dan memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak kita," pungkas Idris Aritonang.