SUMATERA UTARA — Festival Film Internasional San Sebastián resmi membuka edisi ke-74 pada 18 September 2026 di Basque, Spanyol, dengan 263 proyek dari 47 negara masuk jajaran resmi. Ajang ini menjadi edisi terakhir bagi José Luis Rebordinos yang memimpin sejak 2011 sebelum lengser akhir tahun. Naomi Watts hingga Brad Pitt dijadwalkan hadir meramaikan karpet merah.
Pembukaan festival diisi penayangan perdana dunia Ghost Song, drama fantasi garapan Fatih Akin yang langsung masuk kompetisi utama memperebutkan Golden Shell. Festival akan ditutup Le Faux Soir dari sutradara Belgia Michaël R. Roskam pada 26 September 2026.
José Luis Rebordinos menutup perjalanannya sebagai direktur festival setelah memimpin sejak 2011. Pria yang dihormati di lingkaran festival Eropa itu akan lengser di akhir tahun, menjadikan edisi kali ini sebagai penanda berakhirnya satu era kepemimpinannya.
"Kami selalu sangat eklektik," ujar Rebordinos soal kurasi tahun ini. "Tahun ini kami punya campuran sinema komersial dan yang lebih radikal."
Ia menyebut Les Misérables versi Fred Cavayé sebagai contoh sinema Prancis populer yang bakal disukai penonton. Di sisi lain, ada Border karya Ah Biao yang disebutnya sangat radikal, sulit, tapi menarik, serta My Sad Dead (Mis muertos tristes) garapan Pablo Larraín untuk Netflix.
Karpet merah San Sebastián tahun ini dipastikan ramai. Naomi Watts, Brad Pitt, Penelope Cruz, Marion Cotillard, Orlando Bloom, Rami Malek, dan Diego Luna masuk daftar tamu yang diperkirakan hadir.
Watts akan menerima Donostia Award, penghargaan kehormatan festival, sekaligus memutar The Housewife, debut penyutradaraan Ben Shirinian. Sutradara Werner Herzog juga menerima Donostia Award tahun ini.
Brad Pitt dan sutradara David Ayer akan menayangkan Heart of the Beast di luar kompetisi. Ini menjadi kunjungan pertama Pitt ke San Sebastián sejak 2009, saat ia dan Quentin Tarantino mempresentasikan Inglourious Basterds.
Selain Ghost Song, kompetisi utama diisi The Debut karya Jesse Eisenberg bersama Julianne Moore dan Paul Giamatti, lalu Tender Loving Care dari Mike Leigh, serta Milo arahan Nicole Garcia yang dibintangi Marion Cotillard.
Rebordinos menyoroti seksi New Directors sebagai salah satu yang paling penting bagi festival. Menurutnya, para sutradara baru yang dipilih tahun ini "lebih berani dari sebelumnya".
Seksi tersebut mencakup debutan dan sutradara film kedua dari Bulgaria, Chile, Jerman, Iran, Jepang, Kazakhstan, Meksiko, Norwegia, Korea Selatan, Spanyol, Taiwan, Inggris, dan Ukraina. Pembukaannya adalah The Bad Son (El mal hijo), debut Jaime Lorente.
Sinopsis resmi The Bad Son menggambarkan Ruben, bocah 11 tahun yang harus tinggal bersama neneknya setelah sang ayah menghilang secara misterius. Di pedesaan yang seolah berhenti waktu, ia belajar bahwa luka keluarga diwariskan antargenerasi dan berusaha menyembuhkannya saat tumbuh dewasa.
Seksi Perlak menampung film yang belum rilis di Spanyol tapi sudah menuai pujian di festival lain. Salah satunya Club Kid, debut layar lebar Jordan Firstman, yang tayang perdana di Cannes dan diakuisisi A24 senilai 17 juta dolar AS dalam situasi kompetitif.
Firstman dikenal luas berkat video impresi satire viral di Instagram selama pandemi. Seksi Perlak juga memuat Fatherland karya Pawel Pawlikowski, Fjord dari Cristian Mungiu, Hope arahan Na Hong-jin, The Invite garapan Olivia Wilde, dan Wild Horse Nine dari Martin McDonagh.
"Jajaran film tahun ini benar-benar mencerminkan situasi sinema saat ini, yang sangat kompleks dan berbeda," kata Rebordinos. Ia menilai sinema cenderung memantulkan masyarakat asalnya, sehingga sebagian judul tahun ini menampilkan cara orang merekam untuk Instagram dan TikTok.
Rebordinos menegaskan festival punya tanggung jawab menyuarakan persoalan kemanusiaan. Beberapa pekan sebelumnya di Festival Film Venesia, krisis kemanusiaan di Gaza menjadi topik besar, dengan dokumenter NAZA tentang tewasnya warga sipil Palestina oleh pasukan Israel meraih special jury prize.
NAZA disutradarai jurnalis Israel Yuval Abraham dan Rachel Szor. Pekan itu juga, Benjamin Netanyahu mengancam mencabut kewarganegaraan siapa pun yang menjelekkan tentara IDF di seluruh dunia.
Posisi San Sebastián sebagai festival yang berani mengangkat isu HAM menempatkannya di antara ajang Eropa yang konsisten menjadikan film sebagai ruang dialog politik, bukan sekadar panggung glamor. Edisi ke-74 ini akan menjadi tolok ukur bagaimana kurasi Rebordinos diwariskan ke kepemimpinan berikutnya.