Pemerintah Kabupaten Karo menyediakan layanan pengurusan Nomor Induk Berusaha, sertifikasi halal, dan perizinan P-IRT tanpa biaya bagi pelaku usaha dalam Business Matching and Community Market Linkage Expo 2026 di Balai Milala Mas. Kegiatan yang berlangsung Kamis (17/9) mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WIB itu menggabungkan pameran produk lokal, pelatihan pemasaran digital, dan pertemuan bisnis dalam satu arena. Pelaku UMKM Karo dipersilakan datang langsung untuk mengurus legalitas usaha sekaligus menjajaki kerja sama dengan calon mitra.
KARO — Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karo Sarjana Purba menyatakan expo tersebut tidak dirancang sekadar sebagai ajang jual-beli produk. Menurut dia, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha, pembeli, dan pemilik modal dalam satu lokasi yang sama. "Kegiatan ini bukan sekadar jual-beli. Ini adalah wadah untuk mempertemukan antara pembeli dan penjual, antara pelaku usaha dan pemilik modal sekalian untuk belajar dan berjejaring yang kami hadirkan langsung ke masyarakat," ujar Sarjana saat dihubungi ANTARA, Rabu (16/9/2026).
Ada empat jenis layanan publik gratis yang disiapkan panitia selama expo berlangsung. Pertama, pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku usaha yang belum memiliki identitas resmi usaha. Kedua, sertifikasi halal untuk produk makanan dan minuman.
Ketiga, perizinan P-IRT yang menjadi syarat edar produk pangan rumahan. Keempat, pendaftaran usaha ke pasar daring agar produk lokal Karo bisa bersaing di platform digital.
Sarjana menjelaskan fasilitas tersebut dihadirkan untuk membantu pelaku usaha memenuhi persyaratan legalitas dan standar produk. Dengan legalitas lengkap, peluang mengembangkan pasar dinilai lebih terbuka.
Selain layanan perizinan, Expo Karo 2026 menyertakan pelatihan pemasaran digital bagi pelaku usaha. Materi pelatihan diarahkan agar peserta mampu memanfaatkan teknologi dan platform digital untuk memasarkan produknya.
"Melalui kegiatan ini kami ingin pelaku usaha tidak hanya datang untuk menjual produk, tetapi juga mendapatkan pengetahuan, jaringan, dan akses yang dapat membantu mengembangkan usahanya," kata Sarjana.
Rangkaian acara lain meliputi pameran produk dan jasa lokal, business matching, pasar murah, flash sale, serta penampilan seni dan budaya. Panitia juga menjadwalkan peresmian katalog produk dan karya komunitas Kabupaten Karo.
Sarjana berharap expo ini menjadi titik temu antara pelaku usaha dengan konsumen maupun calon mitra dagang. Kerja sama yang terbangun diharapkan membuka jalur pemasaran produk Karo ke wilayah yang lebih luas.
"Harapannya, produk-produk unggulan Karo semakin dikenal dan pelaku usaha kita semakin mampu bersaing," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Karo mendorong pelaku usaha memanfaatkan fasilitas expo, terutama layanan gratis yang berkaitan dengan legalitas dan pengembangan usaha. Perpaduan pameran, pelatihan, layanan publik, dan pertemuan bisnis itu diharapkan memperkuat ekosistem usaha lokal serta memberi manfaat langsung bagi UMKM di Kabupaten Karo.