SUMATERA UTARA — Produksi KHADAM melibatkan Red Communication dan Komet Productions asal Malaysia yang bekerja sama dengan Magma Entertainment dan VMS Studio. Film ini diadaptasi dari legenda kepercayaan Saka di Malaysia tentang sosok khadam, entitas warisan gaib yang dipercaya turun-menurun.
Cerita KHADAM berlatar di tepi hutan Malaysia pada 1950-an. Melor harus membesarkan anak-anaknya di tengah kesulitan finansial dan ketiadaan sosok suami. Kondisi terdesak itu membuatnya mencari bantuan mistis dari Khadam.
Melor mewarisi khadam dari sang ibu yang meninggal tak wajar akibat serangan Khadam-nya sendiri. Tanpa pilihan lain, Melor meneruskan warisan tersebut dan menjadi "Tuan" bagi entitas itu.
Sejak saat itu, Melor terus diteror sosok Khadam yang menyerupai dirinya, bahkan tampak lebih sempurna darinya. Khadam mengecoh keluarganya dan berusaha menguasai hidup Melor seutuhnya.
Produser Ahmad Izham Omar menyebut inti KHADAM bukan sekadar horor. Menurutnya, ada drama tentang perjuangan berat seorang perempuan yang menjadi fondasi cerita.
"Jadi lebih lebih dari horor sebenarnya yang keluar daripada naskahnya, daripada sinerginya adalah drama yang menyayat hati," ungkap Izham pada sesi konferensi pers di Grand Indonesia, Senin (14/9/2026).
Aktris Indonesia Aghniny Haque memerankan Melor, ibu dua anak yang tinggal terisolasi dan tidak bisa meninggalkan rumahnya di tengah hutan. Aghniny mengaku ini adalah peran pertamanya sebagai seorang ibu.
Karakter keluarga Melor diperankan jajaran aktor Malaysia. Datuk Remy Ishak berperan sebagai Awang, suami Melor. Siti Khadijah Halim memerankan Manis, adik Melor, sementara Zarra Zhaff dan Karl El sebagai buah hati Melor.
KHADAM lebih dulu tayang di Malaysia pada Juni 2026 dan meraih box office. Penayangan di bioskop Indonesia menyusul pada 16 September 2026.
Kolaborasi ini menambah daftar kerja sama layar lebar antara pelaku industri Indonesia dan Malaysia, dengan Aghniny Haque sebagai aktris Indonesia di jajaran pemeran utama.