SUMATERA UTARA — Permintaan maaf itu disampaikan SAM Retail Pertamina Kalteng, Donny Prasetya, saat menerima massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Resah di kantor Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Kalteng, Palangka Raya. Aksi tersebut menuntut penjelasan soal harga dan ketersediaan BBM yang dinilai meresahkan warga.
Donny memastikan tidak ada kendala stok di wilayah Kalimantan Tengah. Antrean yang muncul, menurut dia, lebih dipicu perubahan pola konsumsi masyarakat setelah jarak harga Pertamax dan Pertalite melebar.
Berdasarkan pemantauan Pertamina, sekitar tujuh persen konsumen beralih dari Pertamax ke Pertalite dalam sebulan terakhir. Donny menyebut disparitas harga jadi pemicu utama perpindahan itu.
"Kalau pada bulan yang sekarang, yang satu bulan terakhir ini memang ada peningkatan perpindahan konsumen dari yang semulanya itu menggunakan Pertamax, sekarang menggunakan Pertalite," ujar Donny.
Ia menilai selisih harga sekitar Rp 6.300 per liter sudah di luar batas yang bisa diterima sebagian masyarakat. Dampaknya, permintaan Pertalite di sejumlah SPBU naik tajam dalam waktu singkat.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, Pertamina menambah pasokan Pertalite sekitar 10 persen dibandingkan kondisi normal bulan ini. Penyesuaian juga dilakukan pada jam operasional sejumlah SPBU.
Beberapa SPBU yang sebelumnya hanya melayani 24 jam kini membuka layanan lebih pagi, sekitar pukul 05.00 WIB. Langkah itu diharapkan mengurai antrean, terutama bagi warga yang butuh BBM untuk aktivitas pagi.
"Kami juga melakukan beberapa penambahan pelayanan. Sekarang di beberapa SPBU selain 24 jam, kami juga membuka operasi SPBU lebih pagi sekarang, dari jam 5 pagi," jelas Donny.
Pertamina memastikan ketahanan stok BBM saat ini berada di kisaran enam hingga tujuh hari. Angka itu bukan berarti pasokan habis setelah periode tersebut, karena distribusi dilakukan secara berkesinambungan.
"Stok ini berkesinambungan. Jadi ketika sudah mau habis, dia datang BBM-nya sesuai dengan perencanaan. Jadi kami pastikan terkait stok aman-aman saja untuk wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya," tegas Donny.
Soal data distribusi, Donny menyatakan ada sejumlah informasi yang tidak bisa dipublikasikan langsung. Pertamina akan berkoordinasi dan menyampaikannya melalui pemerintah daerah.
Untuk Kota Palangka Raya, kuota Pertalite 2026 disebut sekitar 99.087 kiloliter. Realisasinya hingga kini berada di angka sekitar 97,6 persen.
"Masih masuk kuota, masih mencukupi. Jadi kami jamin terkait dengan kuota itu masih aman untuk wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya," pungkasnya.
Massa aksi meminta data jumlah SPBU di Palangka Raya dan kabupaten lain di Kalteng. Pihak Pertamina hanya menyerahkan selembar kertas berisi kuota BBM secara umum se-Kalteng.
Massa yang hendak menemui langsung pihak Pertamina dihalangi barikade aparat kepolisian. Situasi sempat memanas dan terjadi kericuhan sebelum aparat meredam amarah massa hingga kondisi kembali kondusif.
Sampai berita ini diterbitkan, massa aksi masih bertahan di depan kantor Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Kalteng.