Telkomsel Catat Pendapatan Rp55,6 Triliun di Semester I 2026, Laba Bersih Tembus Rp10,4 Triliun

Penulis: Hendrizal Satria  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:11:31 WIB
Direktur Utama Telkomsel Nugroho memaparkan capaian kinerja perusahaan pada semester I 2026 di Jakarta, Sabtu (1/8).

SUMATERA UTARA — Kinerja Telkomsel pada paruh pertama 2026 menunjukkan arah yang sehat di tengah upaya konsolidasi industri telekomunikasi nasional. EBITDA perusahaan mencapai Rp26,1 triliun, meningkat 8,6 persen secara tahunan, dengan margin yang menguat dari 44,6 persen menjadi 46,9 persen. Angka ini mencerminkan efisiensi operasional yang berjalan seiring dengan investasi jaringan yang tetap terarah.

Pertumbuhan pendapatan ditopang oleh dua lini utama. Bisnis mobile menyumbang Rp42,8 triliun, naik 5,6 persen, sementara pendapatan dari layanan digital tumbuh lebih agresif, yakni 11,0 persen menjadi Rp40,8 triliun. Konsumsi data pelanggan juga meningkat 0,8 persen menjadi 11,8 juta terabyte, menandakan konektivitas semakin terintegrasi dalam aktivitas harian masyarakat, mulai dari bekerja, belajar, hingga mengelola usaha.

Produktivitas Pelanggan Naik, Jaringan 5G Terus Diperluas

Di balik pertumbuhan itu, Telkomsel mencatat rata-rata pendapatan per pelanggan mobile (ARPU) naik 9,0 persen menjadi Rp45,6 ribu. Basis pelanggan perusahaan mencapai 153,5 juta orang. Angka ini menunjukkan peningkatan produktivitas pelanggan, bukan sekadar penambahan jumlah pengguna.

Untuk menjaga kualitas layanan, hingga akhir Juni 2026 perusahaan mengoperasikan sekitar 301 ribu unit BTS. Rinciannya, sebanyak 246 ribu BTS 4G, 6 ribu BTS 5G, dan 49 ribu BTS 2G. Penguatan jaringan ini diarahkan untuk menghadirkan layanan yang lebih stabil dan responsif, sekaligus memastikan belanja modal mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menyampaikan apresiasi kepada pelanggan serta seluruh pemangku kepentingan atas capaian ini. "Capaian semester I-2026 merupakan hasil dari kepercayaan pelanggan serta kerja bersama seluruh insan Telkomsel untuk terus melayani dengan sepenuh hati. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan, Telkom Indonesia sebagai perusahaan induk, serta Danantara Indonesia yang terus memperkuat arah transformasi, tata kelola, dan daya saing Telkom Group," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (1/8).

Bisnis Fixed Broadband Dikalibrasi Ulang

Pada lini fixed broadband, Telkomsel melakukan penyesuaian strategis untuk membangun basis pelanggan yang lebih sehat. Hasilnya, jumlah pelanggan IndiHome tercatat sekitar 9,5 juta, dengan pendapatan tumbuh 0,6 persen secara kuartalan. ARPU di segmen ini meningkat 3,4 persen menjadi Rp210,8 ribu, sementara penetrasi layanan konvergensi mencapai sekitar 65 persen.

Langkah ini menunjukkan pergeseran fokus dari sekadar mengejar jumlah pelanggan menuju kualitas pendapatan yang lebih stabil. Ke depan, perusahaan berencana terus mengoptimalkan jaringan untuk memperkuat fundamental bisnis fixed broadband serta mengembangkan solusi konvergensi yang relevan dengan kebutuhan rumah tangga digital.

Kinerja Telkomsel ini menjadi salah satu indikator awal bagaimana transformasi BUMN di bawah Danantara Indonesia mulai terlihat hasilnya. Penguatan tata kelola dan fokus bisnis yang digaungkan induk usaha tampaknya mulai tercermin dalam laporan keuangan anak usaha, meskipun tantangan persaingan harga di industri telekomunikasi masih tetap ada.

Reporter: Hendrizal Satria
Sumber: metrotvnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top