KARO — Pemerintah Kabupaten Karo resmi mempersiapkan transformasi Festival Bunga dan Buah menjadi event bertaraf internasional pada 2027. Bupati Karo Antonius Ginting menyebut ajang tahunan ini tidak lagi sekadar perayaan hasil pertanian, melainkan pintu masuk investasi dan promosi pariwisata.
Langkah awal yang disiapkan adalah perluasan konsep festival dari 3F menjadi 10F. Tiga kegiatan utama tetap berpusat pada bunga, buah, dan makanan, sementara tujuh side event tambahan akan menampilkan potensi kuliner, fesyen, olahraga wisata, seni budaya, hingga atraksi alam.
Kegiatan utama festival tetap dipusatkan di Berastagi selama tiga hari. Namun, rangkaian side event akan menyebar ke sejumlah destinasi unggulan seperti Air Terjun Sipiso-piso, Danau Lau Kawar, dan kawasan pemandian air panas.
"Kita ingin wisatawan tidak hanya datang sehari, tetapi tinggal lebih lama di Kabupaten Karo. Kalau mereka bisa menghabiskan waktu hingga seminggu, maka manfaat ekonominya akan dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Antonius Ginting.
Semakin lama wisatawan berada di Karo, semakin besar perputaran ekonomi yang dinikmati pelaku usaha lokal. Hotel, restoran, transportasi, hingga UMKM disebut akan menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.
Festival ini juga diproyeksikan menjadi sarana memperkenalkan peluang investasi ke dunia internasional. Pada penyelenggaraan tahun ini, Pemkab Karo mengundang sejumlah konsul jenderal negara sahabat untuk membangun jejaring kerja sama.
"Kita membutuhkan investor yang membawa tiga hal sekaligus, yakni pasar, teknologi, dan modal. Sementara masyarakat Karo memiliki lahan serta sumber daya manusia," kata Antonius.
Menurutnya, paduan lima faktor tersebut akan mendorong hasil pertanian Karo memiliki daya saing dan menghasilkan produk bernilai tambah melalui hilirisasi. Kabupaten Karo selama ini dikenal sebagai salah satu sentra hortikultura terbesar di Indonesia.
Keunggulan alam Karo dinilai sudah menjadi modal besar sektor pariwisata. Namun, potensi tersebut harus diimbangi pembangunan infrastruktur dan fasilitas berstandar internasional.
Antonius berharap semakin banyak investor membangun hotel berkualitas dengan tarif terjangkau. Dengan begitu, wisatawan mancanegara dapat menikmati panorama alam Karo dengan layanan yang nyaman.
"Kita memiliki alam yang luar biasa. Tinggal bagaimana menghadirkan hotel yang berkualitas, pelayanan yang baik, infrastruktur yang memadai, serta destinasi yang semakin tertata," ujarnya.
Transformasi festival dari konsep 2F menuju 3F hingga berkembang menjadi 10F diposisikan sebagai strategi jangka panjang. Target akhirnya adalah memperkuat citra Kabupaten Karo sebagai pusat hortikultura nasional sekaligus destinasi wisata pegunungan bertaraf internasional.
Festival Bunga dan Buah Karo 2026 sendiri telah dibuka Menteri Koperasi RI Ferry Juliantoro. Ajang ini sudah lima tahun berturut-turut masuk kalender event nasional sebelum akhirnya disiapkan naik kelas.