SIMALUNGUN — Banjir akibat hujan deras yang mengguyur selama kurang lebih dua jam melumpuhkan akses jalan nasional di Kabupaten Simalungun pada Kamis (30/7) malam. Ruas jalan di kawasan Simpang Pondok Batu Silangit, Kecamatan Tapian Dolok, terendam air dan tidak dapat dilalui kendaraan sejak pukul 21.00 WIB.
Kapolsek Dolok Batu Nanggar, Iptu Rido V Pakpahan, memperkirakan ada ratusan unit rumah di seputaran aliran sungai yang terendam air hingga kedalaman tiga meter. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun sejumlah warga terpaksa mengungsi ke permukiman yang lebih aman.
Genangan air yang merendam badan jalan di Simpang Pondok Batu Silangit tidak menyurutkan niat sejumlah pengendara untuk memaksakan diri melintas. Akibatnya, empat unit sepeda motor terseret arus hingga terdampar di areal perkebunan karet yang berada di sepanjang ruas jalan tersebut.
Kejadian ini membuat arus lalu lintas di titik tersebut lumpuh total. Kendaraan roda empat dan roda dua tidak bisa melewati kawasan itu selama beberapa jam hingga upaya evakuasi dan penantian air surut dilakukan.
Di kawasan Pasar Bawah, Kelurahan Serbalawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, luapan Sungai Sikkam menjadi penyebab utama banjir. Debit air sungai tidak mampu menampung curah hujan yang tinggi, sehingga air meluap dan merendam permukiman padat penduduk di sekitarnya.
Ketinggian air yang mencapai tiga meter memaksa warga untuk menyelamatkan diri. Sebagian warga memilih mengungsi ke permukiman yang tidak terdampak, sementara beberapa lainnya bertahan di atap rumah masing-masing untuk melindungi diri dari genangan banjir yang masih tinggi.
Petugas kepolisian dan instansi terkait terus memantau kondisi di lapangan. Arus lalu lintas di kawasan Simpang Pondok Batu Silangit baru dapat diaktifkan kembali pada pukul 02.30 WIB, setelah ketinggian air berangsur surut hingga sekitar 50 sentimeter.
Pihak kepolisian setempat mengimbau pengendara untuk tetap waspada dan tidak memaksakan diri melintasi genangan air, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Simalungun. Potensi banjir susulan masih mengancam jika intensitas hujan kembali tinggi.