MEDAN — Jalan berlubang sedalam puluhan sentimeter di kawasan Jalan Veteran, Pasar IX, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, akhirnya ditimbun warga secara swadaya. Aksi itu dilakukan setelah warga tak lagi tahan dengan kondisi infrastruktur yang kerap memicu kecelakaan, terutama saat hujan tiba.
Warga yang tergabung dalam wadah Semesta Merestui menggalang dana secara transparan untuk membeli material timbunan. Koordinator Semesta Merestui, Merry Chang, mengungkapkan bahwa inisiatif ini lahir dari keresahan bersama yang sudah berlangsung lama.
"Kami sudah lelah menunggu dan mengeluh. Karena tidak ingin ada korban jiwa lagi akibat kecelakaan di jalan ini, akhirnya kami berinisiatif berhimpun lewat wadah Semesta Merestui," ujar Merry Chang saat ditemui di lokasi, Senin lalu.
Menurut Merry, kondisi jalan semakin parah dalam setahun terakhir. Lubang-lubang besar kerap tertutup genangan air saat musim hujan, sehingga pengendara sepeda motor, terutama ibu-ibu yang mengantar anak sekolah, sering terpeleset dan jatuh.
Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Sumatera Utara, Hasyim, SE, yang didampingi Bendahara DPC, Ust. Fuad Akbar, M.Sos, meninjau langsung lokasi jalan rusak tersebut. Ia memuji semangat gotong royong warga sebagai bentuk kepedulian sosial yang luar biasa.
"Apresiasi setinggi-tingginya kita berikan kepada warga yang tergabung dalam wadah Semesta Merestui. Ini adalah bentuk kepedulian sosial yang luar biasa. Gotong royong membuktikan bahwa semangat kebersamaan warga masih sangat kuat di tengah keterbatasan penanganan infrastruktur," kata Hasyim.
Namun, Hasyim menegaskan bahwa penimbunan swadaya ini hanyalah solusi sementara. Ia mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatera Utara agar tidak menutup mata dan segera memprioritaskan perbaikan permanen di Jalan Veteran Pasar IX.
Salah seorang warga, Indah, mengaku sangat terbantu dengan adanya aksi swadaya ini. Sebelumnya, jalan yang berlubang sangat menyulitkan aktivitas sehari-hari. "Jalannya parah sekali, Bu. Banyak pengendara sepeda motor, terutama ibu-ibu yang mengantar anak sekolah, sering terpeleset dan jatuh di sini. Setidaknya sekarang jalannya sedikit lebih rata dan aman untuk dilalui," ungkap Indah.
Meski demikian, ia berharap perbaikan permanen segera dilakukan. "Kami khawatir kalau hujan turun lagi, timbunan ini bisa hanyut dan jalan kembali berlubang," tambahnya.
Hasyim menekankan bahwa infrastruktur jalan merupakan urat nadi perekonomian dan keselamatan masyarakat. Ia meminta Pemprovsu melalui dinas terkait segera mengalokasikan anggaran dan menurunkan alat berat untuk melakukan perbaikan total di jalan tersebut.
"Gotong royong warga ini harus menjadi alarm pengingat bagi pemerintah, khususnya Pemprovsu. Kita meminta agar Pemprovsu melalui dinas terkait segera mengalokasikan anggaran dan menurunkan alat berat untuk melakukan perbaikan total di jalan ini, bukan malah membiarkan warga terus-menerus berinisiatif sendiri," tegas Hasyim.
Hasyim berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi masyarakat ini agar segera mendapatkan perhatian serius dari instansi berwenang di tingkat Provinsi Sumatera Utara.