MEDAN — Kondisi atmosfer yang labil dan keberadaan belokan angin (shearline) di Sumatera Utara meningkatkan potensi pembentukan awan hujan secara lokal. Prakirawan BMKG Wilayah I, Endah Paramitha, menyebutkan aktivitas Gelombang Kelvin yang masih aktif di Sumatera bagian utara turut memperkuat pertumbuhan awan konvektif.
Pada siang hingga sore hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di Deli Serdang, Langkat, Labuhanbatu Utara, Simalungun, dan sekitarnya. Memasuki malam hari, hujan sedang masih berpotensi mengguyur Labuhan Batu, Labuhanbatu Utara, Langkat, dan Mandailing Natal.
Sementara itu, pada pagi hari, sebagian besar wilayah Sumut diprakirakan berawan dengan potensi hujan ringan. Kondisi berawan kembali mendominasi pada dini hari.
"Waspada potensi hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah lereng barat dan lereng timur Sumatera Utara yang dapat menyebabkan bencana, seperti banjir dan longsor," kata Endah Paramitha dalam keterangan yang diterima di Medan, Selasa.
Analisis angin menunjukkan adanya belokan angin di sekitar Sumut yang mendukung proses pengangkatan massa udara. Kondisi ini membuat pembentukan awan hujan lebih intensif di area topografi tinggi seperti lereng bukit.
BMKG mencatat suhu udara di Sumatera Utara pada Rabu berkisar antara 15 hingga 31 derajat Celcius. Tingkat kelembaban udara cukup tinggi, yakni 78 hingga 99 persen, yang memperkuat potensi terbentuknya awan hujan.
Angin bertiup dari arah selatan hingga barat daya dengan kecepatan rendah, sekitar 3 hingga 7 kilometer per jam. Meski kecepatan angin tidak tinggi, kombinasi dengan kelembaban tinggi tetap berpotensi memicu hujan lokal yang tiba-tiba.