Siswa MAN Pematangsiantar Lulus SNBP di UGM, Richie Pernah Jadi Peserta Terbaik Green Youth Movement

Penulis: Syahrul Karim  •  Senin, 08 Juni 2026 | 12:34:31 WIB
Adli Richie Alfattah, siswa MAN Pematangsiantar, lulus SNBP 2026 dan memilih jurusan Manajemen dan Kebijakan Publik di UGM.

PEMATANGSIANTAR — Bukan sekadar keberuntungan, keberhasilan Adli Richie Alfattah menembus Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 merupakan akumulasi dari kerja keras dan konsistensi. Siswa MAN Pematangsiantar ini memilih program studi Manajemen dan Kebijakan Publik (MKP) di kampus favoritnya itu.

Richie, panggilan akrabnya, tak hanya unggul di bidang akademik. Selama duduk di bangku madrasah, ia aktif di berbagai organisasi dan ekstrakurikuler. Ia tercatat sebagai anggota OSIM (Organisasi Siswa Intra Madrasah), ketua ekstrakurikuler Mading, dan peserta aktif Olimpiade Geografi.

Dedikasinya pada isu sosial dan lingkungan juga menonjol. Richie terpilih sebagai salah satu peserta terbaik dalam program Green Youth Movement. Prestasi itu menguji wawasan lingkungannya sekaligus mengantarkannya sebagai agen perubahan muda.

Kegagalan Hanya Jeda, Bukan Titik Akhir

Di balik prestasi itu, Richie mengaku pernah mengalami kegagalan. Namun, ia tak membiarkan hal itu menghentikan langkahnya. "Bagi saya, kegagalan kemarin bukan akhir dari segalanya, melainkan ujian untuk melihat seberapa besar tekad saya," ujarnya kepada Humas MAN Pematangsiantar, Sabtu (7/6/2026).

Ia memilih untuk terus berjuang dengan mengingat impian besar dan harapan orang tuanya. "Saya memilih untuk menghapus air mata, berdiri tegak, dan melanjutkan perjuangan ini sampai berhasil," tambah Richie.

Menjaga keseimbangan antara akademik, organisasi, dan persiapan SNBP menjadi tantangan tersendiri. Richie menerapkan strategi menyusun skala prioritas harian yang ketat namun realistis. Ia berkomitmen mengeksekusi jadwal tersebut tanpa menunda-nunda.

Cara Richie Jaga Semangat dan Mental

Untuk melepas penat, Richie punya cara sederhana: berburu makanan favorit, main game, atau mendengarkan musik. Tapi saat kembali ke meja belajar, ia sangat disiplin. Ia terbiasa membuat catatan rapi, rajin mengerjakan latihan soal, dan mengulas materi pelajaran secara berkala.

Motivasi dari keluarga dan lingkungan terdekat menjadi faktor krusial yang memberinya ketahanan mental. Richie mampu mengelola kecemasan secara positif, mengubah rasa takut gagal menjadi dorongan kompetitif.

"Pengalaman mengajarkan saya bahwa kegagalan tidak pernah menjadi titik akhir, melainkan sebuah jeda untuk menguji keteguhan niat," kata Richie. "Selama komitmen untuk berjuang itu masih ada, kegagalan bukan lagi sebuah hambatan, melainkan batu loncatan strategis menuju pencapaian yang lebih tinggi."

Bukan Sekadar Lolos, Tapi Juga Pendewasaan Diri

Lolos ke UGM menjadi pencapaian akademis tertinggi Richie sejauh ini. Ia bersyukur karena proses sulit yang dilalui justru membuatnya lebih dewasa. "Melihat hasilnya sekarang, segala pengorbanan kemarin rasanya sangat sebanding," ujarnya.

Richie tak sabar untuk berkembang lebih jauh di perkuliahan. Ia percaya ilmu di bidang kebijakan publik akan menjadi fondasi untuk merancang tata kelola pemerintahan yang lebih baik. "Ini baru awal dari cerita panjang saya," tutup Richie. (NDRS)

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: medanposonline.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top