SUMATERA UTARA — Forum yang mengusung tema Connected Communication, Sustainable Reputation itu diikuti oleh 20 cabang pelabuhan di bawah naungan Pelindo Regional IV. Dari sekian banyak peserta, Pelindo Regional IV Manado dinilai paling menonjol dalam menjalin hubungan yang sehat dan transparan dengan media. General Manager Pelindo Regional IV Manado, Nurlayla Arbie, mengapresiasi peran wartawan di Kota Manado yang menjadi mitra strategis perusahaan.
"Penghargaan ini merupakan hasil kerja sama yang baik dengan teman-teman media. Dari 20 cabang pelabuhan yang dinilai, Manado menjadi salah satu percontohan dalam membangun hubungan yang sehat dan transparan dengan media," ujar Nurlayla, Kamis (4/6/2026).
Menurut Nurlayla, komunikasi yang cepat dan akurat menjadi fondasi utama dalam menjaga reputasi perusahaan. Ketika ada informasi yang perlu diklarifikasi, media dan Pelindo dapat berkoordinasi dengan lancar. Sebaliknya, saat Pelindo memiliki informasi penting yang harus diketahui masyarakat, media turut membantu menyebarluaskannya.
"Teman-teman media sangat responsif. Ketika ada informasi yang perlu diklarifikasi, komunikasi berjalan dengan baik. Begitu juga saat Pelindo memiliki informasi penting yang perlu diketahui masyarakat, media turut membantu menyebarluaskannya," katanya.
Pendekatan ini dinilai efektif meminimalkan munculnya berita bohong atau informasi yang menyesatkan di tengah masyarakat.
Di luar capaian di bidang kehumasan, Nurlayla juga menyoroti langkah-langkah kesiapsiagaan Pelabuhan Manado menghadapi bencana. Pasca gempa bumi yang sempat mengguncang Manado beberapa waktu lalu, pihaknya telah menggelar berbagai simulasi penanganan darurat. Mulai dari simulasi kebakaran pada April 2026 hingga mitigasi gempa bumi yang melibatkan seluruh pegawai, baik di kantor maupun di lapangan.
"Kami telah melakukan simulasi kebakaran pada April 2026 dan menyusun pedoman penanganan gempa bumi di berbagai area pelabuhan. Di ruang VIP maupun terminal penumpang juga telah tersedia panduan keselamatan dan jalur evakuasi yang dapat digunakan saat kondisi darurat," jelas Nurlayla.
Pelindo juga melakukan pembaruan sistem keselamatan, termasuk pemeriksaan dan pengisian ulang Alat Pemadam Api Ringan (APAR), serta menambah unit APAR di titik-titik strategis. Koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran pun terus diperkuat untuk memastikan respons cepat jika terjadi kondisi darurat.
"Keselamatan pengguna jasa, pekerja, dan seluruh aktivitas di pelabuhan menjadi prioritas utama. Karena itu sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat," pungkasnya.