PADANGSIDIMPUAN — Warga Kota Padangsidimpuan dan sekitarnya dikejutkan guncangan gempa bumi pada Kamis pagi. Berdasarkan data resmi BMKG, gempa berkekuatan magnitudo 3,1 terjadi tepat pukul 09.40 WIB. Episenter gempa terletak pada koordinat 0,77 Lintang Utara dan 98,78 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG menjelaskan, gempa yang berpusat di barat daya Padangsidimpuan ini dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng. Subduksi merupakan proses bertemunya lempeng tektonik di mana salah satu lempeng menunjam ke bawah lempeng lainnya, yang kerap memicu gempa di wilayah Sumatera.
“Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Kamis (4/6/2026). Meski magnitudonya kecil, getaran dirasakan oleh sebagian warga yang tengah beraktivitas di dalam rumah atau gedung bertingkat rendah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Pemerintah Kota Padangsidimpuan melalui BPBD setempat masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan. Warga diimbau tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
BMGK juga mengingatkan bahwa gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil masih mungkin terjadi. Masyarakat diminta memastikan konstruksi bangunan rumah tahan gempa dan menghindari bangunan yang retak akibat getaran.
Sumatera Utara merupakan salah satu provinsi dengan tingkat aktivitas seismik tinggi karena berada di jalur pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Sepanjang tahun 2026, BMKG telah mencatat puluhan kali gempa dengan magnitudo bervariasi di wilayah ini, mayoritas tidak berdampak merusak.
Untuk informasi terkini, warga dapat memantau kanal resmi BMKG atau menghubungi kantor BPBD setempat. Guncangan gempa pagi ini menjadi pengingat bagi warga Padangsidimpuan untuk selalu waspada terhadap potensi bencana geologis.