Banjir Medan Utara Kembali Jadi Sorotan di Reses DPRD Sumut, Warga Keluhkan Genangan Capai 2 Meter

Penulis: Syahrul Karim  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 23:18:01 WIB
Genangan banjir setinggi hingga dua meter melanda kawasan Martubung, Medan Utara.

MEDAN — Genangan air setinggi lutut orang dewasa hingga dua meter masih menjadi pemandangan rutin di kawasan Martubung, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Medan Utara. Kondisi ini tidak hanya merendam ratusan rumah warga, tetapi juga melumpuhkan akses jalan dan aktivitas ekonomi warga setempat.

Keluhan itu mengemuka dalam reses III Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Tahun Sidang II 2025-2026 yang digelar di Jalan Rawe Raya, Kelurahan Besar, Kamis (21/5/2026). Tokoh masyarakat Martubung, Yusmadi, SPd, menyampaikan langsung dampak banjir kepada anggota dewan dari Fraksi Partai Nasdem, dr Mustafa Kamil Adam, Sp.PD.

Ratusan Rumah Terendam, Aktivitas Warga Lumpuh

Menurut Yusmadi, banjir yang kerap melanda kawasan tersebut sudah menjadi momok bagi warga. "Jika terjadi banjir, segala aktivitas warga menjadi terhenti akibat tingginya genangan air. Banyak warga yang harus mengungsi ke tempat yang lebih aman," ujarnya.

Dia menambahkan, selain kerugian materil akibat perabotan rumah tangga, peralatan elektronik, dan lemari yang rusak terendam air, banjir juga membuat jalan dan gang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua. Yusmadi yang juga pemilik Yayasan Pendidikan Generasi Bangsa (Yaspend Gerbang) mengaku gedung sekolahnya kerap dijadikan tempat pengungsian. "Bagi kami tidak ada masalah karena dapat membantu saudara-saudara kita dari musibah banjir," katanya.

Guru PAI P3K 8 Bulan Tak Terima Dana Sertifikasi

Selain persoalan banjir, reses tersebut juga diwarnai keluhan dari kalangan guru. Mulyanto, S.Ag, yang mewakili sejumlah guru Pendidikan Agama Islam (PAI) P3K, mempertanyakan dana sertifikasi yang belum mereka terima selama delapan bulan terakhir. "Kami heran kenapa hingga delapan bulan belum juga cair. Dana itu sangat kami butuhkan untuk keperluan sehari-hari," ungkapnya.

Menanggapi dua persoalan tersebut, dr Mustafa Kamil Adam berjanji akan segera menindaklanjuti. Terkait banjir, anggota dewan itu akan melaporkan kondisi di lapangan kepada pihak terkait. Sementara untuk persoalan dana sertifikasi guru PAI, ia meminta para guru menyampaikan data tertulis agar bisa dipertanggungjawabkan dan segera ditelusuri.

Lurah Besar: Tanggul Sungai Deli Perlu Ditinggikan

Lurah Besar, Gandi Gusri, S.STP, M.Si, yang turut hadir dalam reses, menyampaikan bahwa pihaknya sudah berkali-kali memohon kepada Pemko Medan agar tanggul Sungai Deli di sepanjang Jalan Yos Sudarso ditinggikan. "Agar ketika banjir, air tidak meluap ke jalan dan pemukiman warga," katanya.

Reses yang berlangsung tertib itu dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta staf reses DPRD Sumut. dr Mustafa Kamil Adam didampingi Koordinator Komunitas Sahabat dr Mustafa Kamil Adam, Muhammad Ichwan, S.Ikom, dan sejumlah relawan.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: medanposonline.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top