MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menerima General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumut Mundakhir Salman di ruang kerjanya, Selasa (26/5/2026). Pertemuan itu membahas penyebab dan antisipasi pemadaman massal yang melumpuhkan aktivitas warga Sumatera pada akhir pekan lalu.
PLN mengonfirmasi bahwa blackout dipicu putusnya jaringan kabel listrik bertegangan ekstra tinggi di Jambi. Gangguan itu berdampak sistemik ke jaringan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) secara menyeluruh.
“Saya melihat kemarin dari apa yang terjadi dan apa penyebabnya. Sudah kita minta antisipasi seluruh pemerintahan untuk menggunakan genset. Namun karena tiba-tiba, jadi tidak semua bisa ter-cover,” ujar Bobby Nasution dalam keterangan yang diterima redaksi.
Bobby menyoroti durasi pemadaman yang panjang dan meluas. Menurutnya, layanan vital seperti rumah sakit dengan daya besar dan SPBU yang mengandalkan pompa listrik menjadi sektor paling rentan saat terjadi gangguan.
“Hari ini kan pemerintah minta semua serba listrik, mulai dari kompor, mobil bahkan transportasi umum seperti bus sudah listrik. Makanya kami minta support-nya (jaminan ketersediaan listrik). Jangan lagi ada istilah blackout setiap tahun, karena waktunya sangat lama dan meluas,” tegas Bobby.
Menanggapi desakan tersebut, GM PLN UID Sumut Mundakhir Salman menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang terjadi. Ia memastikan pihaknya akan meningkatkan kesiapan pasokan listrik, khususnya untuk mendukung perhelatan Piala AFF U-19 di Sumut.
“Khusus di daerah bencana, tinggal di Kabupaten Tapanuli Tengah saja yang perlu perbaikan. Untuk perhelatan Piala AFF kita akan persiapkan lebih baik,” pungkasnya.
Selain itu, Bobby juga menekankan perlunya pembangunan pembangkit listrik di Kepulauan Nias agar kebutuhan masyarakat setempat terpenuhi secara optimal tanpa bergantung sepenuhnya pada jaringan utama Sumatera.
Warga berharap PLN tidak hanya mengandalkan perbaikan jaringan transmisi, tetapi juga menyediakan sistem cadangan otomatis untuk fasilitas umum seperti rumah sakit dan SPBU. Pasokan listrik di Sumbagut sebenarnya dalam kondisi surplus, namun distribusi yang bergantung pada satu jalur transmisi rawan ambruk jika terjadi gangguan di titik lain.