NIAS SELATAN — Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia memimpin rapat bersama Kapolres AKBP Alfian Tri Permadi, Danlanal Nias Kolonel Laut (P) Tomosa Uskarlind Larosa, dan Kajari Imam Fauzi. Hadir pula sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah, anggota DPRD, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama.
Dalam arahannya, Sokhiatulo mengakui persoalan distribusi dan tingginya harga kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan membutuhkan perhatian khusus. Salah satu yang menjadi sorotan adalah harga LPG 3 kilogram yang melampaui harga eceran tertinggi (HET).
Harga LPG 3 Kg di Kepulauan Melampaui HET
Pemkab Nias Selatan akan mencari solusi bersama instansi terkait untuk mengatasi kelangkaan LPG bersubsidi. Pemerataan harga bahan pokok juga menjadi prioritas agar disparitas harga tidak semakin membebani warga di wilayah kepulauan.
Koordinasi dengan pihak terkait akan diperkuat supaya distribusi kebutuhan masyarakat berjalan lancar. Menurut bupati, disparitas harga di kepulauan menjadi persoalan yang harus ditangani lintas instansi.
BBM Nelayan dan Pemadaman Listrik Ikut Dibahas
Rapat turut menyoroti distribusi BBM bersubsidi bagi nelayan. Persoalan pemadaman listrik yang kerap menjadi keluhan masyarakat, terutama pada hari-hari besar keagamaan, juga masuk dalam pembahasan.
Dua isu tersebut dinilai berkaitan langsung dengan kelancaran aktivitas warga kepulauan selama periode Nataru. Pasokan energi dan bahan bakar nelayan menjadi perhatian karena memengaruhi pendapatan harian.
Sidak Pasar Berkala hingga Gerakan Pangan Murah
Satgas Pangan bersama Forkopimda sepakat menggelar inspeksi mendadak secara berkala ke pasar-pasar. Pengawasan dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok, memantau perkembangan harga, sekaligus mencegah praktik perdagangan yang merugikan masyarakat.
Pemerintah daerah juga akan menggelar Gerakan Pangan Murah. Program tersebut membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Rapat koordinasi di Aula Kantor Camat Pulau-Pulau Batu tidak hanya membahas stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok. Forkopimda juga mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama perayaan hari besar keagamaan.