Pencarian

BMKG Operasi Modifikasi Cuaca di Danau Toba 25 Hari, Jaga Elevasi di 902,04 Meter

Selasa, 22 September 2026 • 05:01:31 WIB
BMKG Operasi Modifikasi Cuaca di Danau Toba 25 Hari, Jaga Elevasi di 902,04 Meter
Operasi modifikasi cuaca tahap dua di Danau Toba dijadwalkan berlangsung 25 hari, dari 21 September hingga 15 Oktober 2026.

MEDAN — Operasi modifikasi cuaca tahap dua di Danau Toba dijadwalkan berlangsung 25 hari, terhitung 21 September sampai 15 Oktober 2026. Penyemaian awan dilakukan lewat Bandara Silangit dengan sasaran utama Daerah Tangkapan Air (DTA) dan perairan danau.

Direktur Operasional Perum Jasa Tirta I Milfan Rantawi menyatakan operasi ini bertujuan mengoptimalkan potensi hujan sekaligus menjaga ketersediaan air dan elevasi Danau Toba pada kisaran 902,04 meter.

"Operasi ini ditujukan untuk mengoptimalkan potensi hujan sekaligus menjaga ketersediaan air dan elevasi Danau Toba pada kisaran 902,04 meter," ungkap Milfan, Senin (21/9/2026).

El Nino dan IOD Positif Jadi Pertimbangan Utama

Milfan menyebut pelaksanaan modifikasi cuaca mempertimbangkan kondisi iklim terkini. Fenomena El Nino berpeluang mencapai intensitas moderat hingga kuat, disertai Indian Ocean Dipole (IOD) positif pada Agustus-Desember 2026.

Wilayah DTA Danau Toba sudah memasuki musim kemarau sejak pertengahan Mei. Curah hujan pada Juli-Agustus diprediksi hanya 50-200 mm per bulan, sementara sifat hujan Agustus-Oktober diperkirakan di bawah normal.

"Wilayah DTA Danau Toba memasuki musim kemarau sejak pertengahan Mei dengan curah hujan pada Juli-Agustus diprediksi hanya 50-200 mm per bulan. Sifat hujan pada Agustus-Oktober juga diprediksi di bawah normal," ujarnya.

Tahap Pertama Hasilkan Tambahan Air 48 Juta Meter Kubik

Operasi tahap dua ini melanjutkan tahap pertama yang dinilai berhasil. Tambahan air yang diperoleh dari tahap awal diperkirakan mencapai sekitar 48 juta meter kubik.

Direktur Operasi Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo menegaskan jadwal September-Oktober sudah dipertimbangkan matang dengan kondisi atmosfer dan perkembangan musim hujan. Penyemaian hujan baru bisa dilakukan bila ada awan yang memenuhi syarat dan berpotensi menghasilkan hujan.

"Perencanaannya sudah sangat baik. Kenapa dilakukan September-Oktober, nantinya pada November yang biasanya hujan, debit air akan berkelanjutan," jelas Budi.

Garam NaCl Jadi Bahan Semai Pembentuk Hujan

Dalam proses operasi, bahan semai yang digunakan adalah garam atau natrium klorida (NaCl). Bahan itu berfungsi sebagai inti kondensasi yang membantu pembentukan dan penggabungan butiran air di dalam awan, sehingga peluang terjadinya hujan meningkat.

Operasi modifikasi cuaca ini menjadi salah satu upaya menjaga ketersediaan air Danau Toba selama periode kemarau. Pemantauan elevasi dan pasokan air danau berlanjut hingga operasi tahap dua rampung pertengahan Oktober 2026.

Follow www.redaksisumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks