SUMATERA UTARA — Pertamina mempercepat produksi minyak dan gas bumi guna mendukung target pemerintah 1 juta barel per hari. Wakil Direktur Utama Oki Muraza menyatakan seluruh sumber daya akan dikerahkan untuk menjaga pasokan energi nasional.
Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menegaskan migas masih menjadi fondasi utama kebutuhan energi dalam negeri, termasuk di tengah transisi menuju energi rendah karbon. Peningkatan produksi dari lapangan eksisting maupun pengembangan sumber daya baru menjadi prioritas perusahaan.
"Kami menyadari betul bahwa kebutuhan migas masih sangat besar dan menjadi fondasi utama bagi ketahanan energi negara. Seluruh potensi, kemampuan, serta sumber daya yang kami miliki akan kami kerahkan sepenuhnya, agar sasaran produksi dapat tercapai dan terus tumbuh secara berkelanjutan demi menjamin pasokan energi yang andal bagi seluruh masyarakat," ujar Oki dalam keterangan tertulis, Jumat (18/9/2026).
Blok Rokan Jadi Fokus Utama
Blok Rokan menjadi salah satu wilayah kerja yang paling diperhatikan Pertamina saat ini. Blok yang dikelola sejak 2021 itu secara historis telah menghasilkan sekitar 11 miliar barel minyak.
Pertamina menilai masih ada potensi besar yang bisa dikembangkan dari Rokan. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari optimalisasi pengelolaan lapangan minyak berat, pemenuhan kebutuhan listrik, penerapan teknologi pengeboran pada lapisan berkualitas rendah, hingga pengembangan bahan kimia khusus untuk meningkatkan perolehan minyak.
"Kami menargetkan Produksi Blok Rokan meningkat signifikan melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan potensi migas serta mempercepat investasi dan kegiatan operasional, untuk menjaga ketersediaan energi," kata Oki.
Strategi di Lapangan Eksisting dan Teknologi EOR
Peningkatan produksi ditempuh lewat sejumlah strategi. Pertamina melakukan pengeboran pengembangan, pemeliharaan dan optimalisasi sumur, serta peningkatan produktivitas lapangan eksisting. Perusahaan juga menerapkan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk mendongkrak perolehan minyak dari sumur yang sudah berproduksi.
Eksplorasi sumber daya baru tetap berjalan, baik dari cadangan konvensional maupun nonkonvensional. Langkah itu menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pasokan energi dalam jangka panjang.
Sejumlah wilayah kerja strategis dikelola Pertamina secara bertahap. Offshore North West Java (ONWJ) dikelola sejak 2009, West Pangkah Offshore (WPO) pada 2011, Banyu Urip pada 2016, Mahakam pada 2018, dan Blok Rokan pada 2021.
Dampak ke Pasokan Energi Nasional
Bagi masyarakat, percepatan produksi migas berdampak langsung pada ketersediaan bahan bakar dan gas di pasar domestik. Pasokan yang andal menekan risiko kelangkaan energi yang bisa mengganggu aktivitas industri, transportasi, dan rumah tangga.
Pertamina menempatkan sinergi dengan pemangku kepentingan sebagai kunci. Percepatan investasi dan kegiatan operasional dinilai perlu agar potensi migas di berbagai wilayah kerja bisa segera dikonversi menjadi produksi riil.
Target 1 juta barel per hari menjadi ukuran keberhasilan upaya ini. Pencapaiannya bergantung pada konsistensi Pertamina menggarap lapangan tua seperti Rokan sekaligus membuka cadangan baru di wilayah kerja lain.