SUMATERA UTARA — Pasar AS belum pulih sepenuhnya seperti sebelum pandemi. Data Badan Pusat Statistik mencatat 450.000 kunjungan wisman AS ke Indonesia sepanjang 2025, atau sekitar 2,6 persen dari total wisman. Bali menyumbang 274.000 orang, naik 4,88 persen dibanding 2024, dan menempatkan AS di posisi ketujuh wisman terbanyak di pulau itu.
Secara keseluruhan, Indonesia menerima 15,39 juta wisman sepanjang 2025, melampaui target pemerintah 15 juta kunjungan. Namun angka dari pasar AS masih menjadi pekerjaan rumah tersendiri.
Fam Trip dan Produser Film AS Dilirik
Strategi yang dibahas dalam pertemuan itu mencakup penguatan Familiarization Trip dengan mengundang jurnalis, media, dan influencer AS untuk mencoba langsung destinasi Indonesia. Program ini juga melibatkan produser film anggota Motion Picture Association of America (MPAA) untuk menjajaki lokasi syuting di Indonesia.
Kementerian Pariwisata menargetkan Fam Trip ini menaikkan eksposur media positif di AS, terutama lewat platform digital dan media sosial berjangkauan luas.
Wisata Bahari Jadi Fokus Utama
Sub-sektor cruising, diving, snorkeling, recreational fishing, yachting, dan surfing disebut punya potensi besar. Diving masih jadi kontributor utama pendapatan wisata bahari. Sementara yachting dan liveaboard travel mulai berkembang sebagai produk bernilai tinggi dengan durasi kunjungan lebih lama.
Setelah terhenti akibat Covid-19, Indonesia berencana kembali ke pameran kapal pesiar internasional di Florida, AS. Dua ajang yang disasar adalah Fort Lauderdale International Boat Show (FLIBS) pada akhir Oktober hingga awal November, serta Discover Boating Miami International Boat Show setiap Februari di Miami.
Keduanya dinilai jadi peluang menarik operator kapal pesiar internasional agar memasukkan Indonesia ke rute pelayaran mereka. Destinasi yang diproyeksikan antara lain Bali, Lombok, Raja Ampat, dan Komodo. Peluang kerja awak kapal pesiar asal Indonesia di kapal internasional juga ikut dibahas.
DEMA Show 2026 di New Orleans
Untuk sub-sektor selam, Indonesia diharapkan berpartisipasi dalam DEMA Show (Diving Equipment & Marketing Association Show), pameran diving terbesar dunia. Pada 2026, ajang ini digelar di New Orleans, Louisiana, 3–6 November, dengan lebih dari 500 exhibitor dan 7.000 profesional diving dari 60 negara.
DEMA Show menjadi platform Business to Business eksklusif untuk industri scuba diving, freediving, fotografi bawah laut, dan dive travel. Destinasi diving Indonesia yang dipromosikan mencakup Raja Ampat, Bunaken, Wakatobi, dan Alor.
Program International Free Diving Competition di Balohan, Sabang, Aceh, juga akan dihidupkan kembali. Di Pantai Balohan, laut mencapai kedalaman 200 meter pada jarak hanya 25 meter dari bibir pantai. Kondisi itu dinilai cocok untuk kompetisi free diving internasional dan menarik penyelam profesional dari berbagai negara.
Sail Growth Triangle Diaktifkan Lagi
Kegiatan Sail Growth Triangle yang menghubungkan Sabang (Indonesia), Phuket (Thailand), dan Langkawi (Malaysia) akan diaktifkan kembali. Alasannya, posisi strategis Selat Malaka sebagai jalur pelayaran internasional, potensi wisata bahari terintegrasi antarnegara ASEAN, serta peluang menarik yacht dan kapal pesiar kecil untuk mengambil rute wisata bahari premium.
Bagi traveler yang menanti kepastian kunjungan ke Air Terjun Sigura-gura, informasi soal tiket masuk, jam operasional, dan akses rute terbaru dapat dikonfirmasi lewat dinas pariwisata Kabupaten Toba atau Kementerian Pariwisata. Mengingat statusnya yang masih dalam tahap pengembangan sebagai destinasi baru, sejumlah fasilitas pendukung kemungkinan belum final.