MEDAN — Nota kesepahaman atau MoU antara Pemprov Sumut dan RS Murni Teguh diteken di Kantor Gubernur Sumut, Jumat (21/3). Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT Dhirga Surya Sumatera Utara, Ari Wibowo, dan Presiden Direktur PT Murni Sadar Tbk, Dr dr Mutiara MHA MKT.
Mengapa Pemprov Sumut Butuh RS Internasional?
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumut, Basarin Yunus Tanjung, menyebut kerja sama ini merupakan respons atas masih banyaknya warga Sumut yang berobat ke luar negeri. “Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis layanan kesehatan berstandar global,” ucapnya.
Basarin menambahkan, MoU ini berlaku selama enam bulan sebagai tahap awal menuju perjanjian kerja sama yang lebih konkret. Ia menekankan perlunya peta jalan yang jelas agar proyek ini tidak mandek.
Target: Tak Ada Lagi Perpanjangan MoU
Basarin berharap dalam enam bulan ke depan MoU tidak diperpanjang, melainkan langsung naik level menjadi perjanjian kerja sama. “Ini menjadi perhatian Bapak Gubernur menghadirkan rumah sakit kelas internasional di Sumut,” tuturnya.
Pemprov Sumut berkomitmen mendorong peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan memudahkan pengadaan alat kesehatan, termasuk melalui skema kerja sama operasional (KSO).
Fokus pada SDM dan Teknologi Medis
Presiden Direktur PT Murni Sadar Tbk, Dr dr Mutiara, menegaskan bahwa penguatan kompetensi tenaga medis menjadi prioritas utama. “Kami ingin masyarakat mendapat layanan kesehatan berstandar internasional tanpa harus berobat ke luar negeri,” katanya.
Program pelatihan dan kerja sama dengan tenaga ahli internasional akan digenjot. Menurut Mutiara, kolaborasi antara sumber daya manusia, teknologi, dan pihak terkait menjadi kunci mewujudkan cita-cita tersebut.
Optimisme untuk 15 Juta Warga Sumut
Direktur Utama PT Dhirga Surya Sumatera Utara, Ari Wibowo, menyampaikan kerja sama ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan bagi sekitar 15 juta penduduk Sumut. “Kami optimistis proyek ini dapat menjadi kebutuhan, sekaligus kebanggaan masyarakat Sumut, serta menjadi wajah baru sektor kesehatan di daerah,” ujar Ari.
Pihaknya siap menjalin koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat realisasi rumah sakit bertaraf internasional tersebut.