Pencarian

Pemkab Karo Kirim 20 Ton Sayur ke Palangka Raya Lewat Skema KAD, Petani Dapat Harga Lebih Stabil

Sabtu, 20 Juni 2026 • 14:25:01 WIB
Pemkab Karo Kirim 20 Ton Sayur ke Palangka Raya Lewat Skema KAD, Petani Dapat Harga Lebih Stabil
Bupati Karo melepas pengiriman 20 ton sayur ke Palangka Raya melalui skema Kerja Sama Antar Daerah.

KARO — Sebanyak 20 ton sayur-mayur jenis wortel, kentang, kol, sawi putih, jipang, jeruk, dan tiga varian cabai dikirim dari halaman Kantor Bupati Karo menuju Palangka Raya. Bupati Antonius Ginting melepas langsung kontainer tersebut bersama Wakil Bupati Komando Tarigan.

Pengiriman ini bukan sekadar ekspedisi dagang biasa. Ini adalah eksekusi dari Kerja Sama Antar Daerah (KAD) yang sudah disepakati antara Pemkab Karo dan Pemkot Palangka Raya. Tujuannya: memperpendek rantai distribusi agar petani tidak lagi bergantung pada tengkulak yang kerap mempermainkan harga.

Isi Satu Kontainer: Wortel, Kentang, hingga Cabai Rawit Merah

Bupati Antonius merinci isi kontainer tersebut. Wortel mendominasi dengan 4 ton, disusul kentang 3 ton, kol 3 ton, dan jipang 2,5 ton. Sawi putih sebanyak 2 ton, jeruk 500 kilogram, cabai merah keriting 300 kilogram, cabai rawit hijau 100 kilogram, dan cabai rawit merah 100 kilogram.

Total muatan mencapai 20 ton. Nilai modal yang disiapkan pelaku usaha untuk pengiriman perdana ini diperkirakan Rp200 juta, mencakup biaya pembelian dari petani dan ongkos distribusi ke Kalimantan Tengah.

Bukan Cuma Jualan, Ini Soal Stabilitas Harga Petani

Antonius menegaskan bahwa petani Karo tidak pernah bermasalah dengan produksi. Tanah vulkanik dan iklim sejuk membuat sayuran tumbuh subur sepanjang tahun. Masalahnya selalu di ujung: harga anjlok saat panen raya karena pasar terbatas.

“Petani Karo sudah terbukti unggul dalam menghasilkan komoditas hortikultura. Yang menjadi tantangan selama ini adalah harga. Karena itu, dengan membuka pasar baru dan menguasai market, harga komoditas akan lebih terjamin sehingga kesejahteraan petani juga meningkat,” ujar Antonius dalam sambutannya.

Pemerintah Hanya Fasilitator, Bukan Pedagang

Bupati dua periode itu menekankan bahwa Pemkab Karo tidak bermaksud mengambil alih peran pedagang. Pemerintah hanya menjadi jembatan yang mempertemukan petani dengan pembeli di luar daerah. Dengan rantai distribusi yang lebih pendek, harga di tingkat petani naik, sementara konsumen di Palangka Raya mendapat produk segar dengan harga wajar.

“Tujuan utamanya adalah menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara produsen dan konsumen. Jika rantai distribusi lebih pendek, harga di tingkat petani lebih baik dan masyarakat di daerah tujuan juga mendapatkan pasokan pangan yang lebih stabil,” katanya.

Palangka Raya Baru Awal, Target Berikutnya Balikpapan dan Banjarmasin

Antonius menyebut Palangka Raya sebagai langkah pertama. Setelah pengiriman perdana ini, Pemkab Karo berencana menjajaki kerja sama serupa dengan Balikpapan dan Banjarmasin. Kalimantan dinilai sebagai pasar potensial karena permintaan sayuran dataran tinggi cukup tinggi, sementara produksi lokal belum mampu mencukupi.

“Ini baru permulaan. Setelah Palangka Raya, kami akan menjajaki kota-kota lain di Kalimantan agar produk hortikultura Karo memiliki pasar yang semakin luas dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Apa Dampak Skema KAD bagi Petani Karo?

Skema KAD memotong rantai distribusi yang biasanya melibatkan tiga hingga empat lapis tengkulak. Petani bisa menjual langsung ke pemerintah daerah tujuan dengan harga yang sudah disepakati. Fluktuasi harga akibat melimpahnya pasokan di pasar lokal bisa diredam karena sebagian produksi sudah dialokasikan ke luar pulau.

Kapan Pengiriman Berikutnya Dijadwalkan?

Pemkab Karo belum merilis jadwal pasti pengiriman tahap kedua. Namun, Bupati Antonius memastikan pola ini akan berkelanjutan. Setelah evaluasi pengiriman perdana, Pemkab akan mengatur frekuensi dan volume pengiriman sesuai permintaan dari Palangka Raya dan kota-kota lain di Kalimantan.

Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks