ASAHAN — Rapat Kerja II LPCR-PM PWM Sumatera Utara resmi dibuka di Aula Kampus UMMAS, dihadiri oleh pengurus wilayah, utusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Sumut, serta perwakilan organisasi otonom seperti Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah. Kehadiran peserta dari berbagai unsur ini menunjukkan komitmen tinggi Persyarikatan dalam membangun sinergi dari tingkat pusat hingga ranting.
Cabang dan Ranting: Pilar Gerakan yang Harus Diperkuat
Ketua LPCR-PM PWM Sumut Prof. Dr. Anang Anas Azhar, MA, dalam sambutannya menegaskan bahwa cabang dan ranting merupakan fondasi utama gerakan Muhammadiyah. Menurutnya, penguatan organisasi harus dilakukan melalui pembinaan terarah dan tata kelola yang baik.
“Keberhasilan Muhammadiyah sangat ditentukan oleh kuatnya cabang dan ranting. Masjid Muhammadiyah juga harus menjadi pusat dakwah, kaderisasi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Prof. Anang di hadapan peserta Raker II.
Masjid Muhammadiyah Harus Jadi Pusat Dakwah dan Pemberdayaan
Ia menambahkan, LPCR-PM memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan gerakan. Pengelolaan masjid yang profesional dan pengembangan cabang yang aktif menjadi kunci agar Muhammadiyah semakin dekat dengan masyarakat. “Melalui Raker II ini kita berharap lahir program-program strategis yang mampu memperkuat gerakan Muhammadiyah di Sumatera Utara,” imbuhnya.
Rektor UMMAS Prianda Pebri, S.Pd, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada kampusnya sebagai tuan rumah. Sementara itu, Ketua PDM Asahan Drs. Mohammad Akhiar, M.A, menekankan pentingnya sinergi antara pimpinan wilayah, daerah, cabang, dan ranting untuk memperkuat pelayanan dakwah di tengah masyarakat.
Inovasi Program Unggulan dan Pendekatan Berbasis Data
Wakil Ketua sekaligus Koordinator Bidang LPCR-PM PWM Sumut Prof. Dr. Hasrat Efendi Samosir, MA, mendorong agar Raker II melahirkan inovasi dan program unggulan yang mempercepat pengembangan organisasi. Ia menyebut tantangan dakwah saat ini membutuhkan pendekatan yang lebih progresif, terukur, dan berbasis data.
“Hasil Raker II diharapkan mampu menghasilkan kebijakan dan program yang dapat memperkuat cabang dan ranting secara berkelanjutan,” kata Prof. Hasrat.
Arahan Pusat: Garda Terdepan Dakwah Muhammadiyah
Puncak acara ditandai dengan arahan sekaligus pembukaan resmi oleh Ketua LPCR-PM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, H. Muhammad Jamaludin Ahmad, S.Psi, Psikolog. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya memperkuat basis gerakan melalui pengembangan cabang dan ranting yang aktif serta pembentukan masjid unggulan.
“LPCR-PM merupakan garda terdepan dalam memperluas jangkauan dakwah Muhammadiyah. Setiap cabang dan ranting harus terus didorong untuk aktif, produktif, dan mampu menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung,” tegasnya.