TAPANULI SELATAN — Sebuah sekolah dasar negeri di pelosok Angkola Timur kini tak lagi kesulitan akses air bersih. Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatera Utara membangun sarana penampungan air bersih di SD Negeri 100315, sebuah fasilitas yang selama bertahun-tahun menjadi kebutuhan mendesak bagi para siswa dan tenaga pengajar di sana.
Danyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut, Kompol Zaenal Muhlisin, mengatakan pembangunan ini merupakan bentuk kepedulian institusi terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan. "Akses terhadap air bersih yang layak bukan hanya persoalan fasilitas, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda," ujarnya di Tapanuli Selatan, Selasa.
Progres Pembangunan Capai 70 Persen
Zaenal merinci, pengerjaan fasilitas sanitasi di sekolah tersebut telah berjalan dan menunjukkan hasil signifikan. Dari total target pembangunan, progres fisik saat ini sudah mencapai 70 persen dan akan dilanjutkan hingga tuntas.
"Kegiatan ini juga merupakan bagian dari rangkaian menyambut Hari Bhayangkara ke-80," katanya menambahkan.
Apa Manfaatnya bagi Siswa dan Guru?
Kehadiran sarana penampungan air bersih ini diharapkan mampu mendukung kenyamanan dan kesehatan para siswa serta tenaga pengajar di sekolah tersebut. Selama ini, keterbatasan air bersih kerap menjadi kendala dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah, mulai dari toilet hingga tempat cuci tangan.
Dengan adanya fasilitas ini, aktivitas belajar-mengajar diharapkan berlangsung lebih higienis. Anak-anak tak perlu lagi khawatir kesulitan air untuk keperluan sehari-hari di sekolah.
Respons Positif dari Warga dan Pihak Sekolah
Pembangunan fasilitas tersebut mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah maupun masyarakat sekitar. Mereka mengapresiasi kepedulian personel Brimob yang dinilai langsung menyentuh kebutuhan pokok para pelajar di desa tersebut.
Menurut Zaenal, langkah kecil seperti ini dapat memberikan manfaat besar dalam kehidupan sehari-hari. "Kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, terutama generasi muda, merupakan langkah kecil yang dapat memberikan manfaat besar," ujarnya.