MEDAN — Akbar, warga Jalan Gaharu, Kelurahan Perintis, Kecamatan Medan Timur, mengaku harus bolak-balik ke UPT Puskesmas Glugur Darat hanya untuk mengurus surat rujukan berobat ke RSU Haji. Padahal, urusan administrasi itu seharusnya bisa selesai dalam satu kali kunjungan.
Pada Senin lalu, Akbar datang ke puskesmas yang terletak di Jalan Pendidikan, Medan Timur, sekitar pukul 14.40 WIB. Namun, petugas yang menangani BPJS disebut sudah pulang lebih awal.
“Hari Senin saya sudah datang ke Puskesmas, namun petugas yang berhubungan dengan BPJS sudah pulang padahal masih pukul 14.40 WIB,” kata Akbar, Rabu (17/6/2026).
Datang Lagi, Petugas Sakit
Petugas loket saat itu menyarankan Akbar kembali pada Rabu. Harapannya, surat rujukan yang tertunda bisa segera diproses. Namun, setibanya di puskesmas, ia mendapat kabar bahwa petugas yang menangani urusan tersebut tidak masuk karena sakit.
“Petugas yang bersangkutan tidak hadir lantaran sakit,” ujar Akbar menirukan penjelasan yang diterimanya dari petugas di loket 2.
Akbar pun mencoba mencari jalan keluar dengan menanyakan keberadaan Kepala Puskesmas Glugur Darat. Jawaban yang diterimanya justru membuatnya semakin kecewa.
Kepala Puskesmas Tak di Tempat, Staf Tak Tahu Lokasi Rapat
Sejumlah staf dan petugas menyebut kepala puskesmas sedang mengikuti rapat. Namun, mereka mengaku tidak mengetahui secara pasti lokasi kegiatan tersebut. Akbar menilai situasi ini menunjukkan lemahnya sistem pelayanan di puskesmas tersebut.
Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak boleh bergantung pada satu orang saja, apalagi saat masyarakat membutuhkan akses rujukan untuk berobat. “Saya hanya ingin urusan saya selesai, bukan dipersulit,” keluhnya.
Keluhan ini menjadi pengingat bahwa pelayanan publik di Medan, khususnya di fasilitas kesehatan tingkat pertama, masih jauh dari kata prima. Warga tidak hanya butuh gedung megah atau slogan di dinding, melainkan kepastian dan kemudahan saat mengurus administrasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Kepala UPT Puskesmas Glugur Darat maupun Dinas Kesehatan Kota Medan. Akbar berharap laporannya sampai ke meja Wali Kota Medan agar ada perbaikan nyata di lapangan.