Pencarian

Jurnalis Senior Sumut Eddy Iriawan Raih Gelar Doktor Cumlaude, Temukan Model PRISM untuk Perbaiki Citra Polri

Senin, 08 Juni 2026 • 16:17:01 WIB
Jurnalis Senior Sumut Eddy Iriawan Raih Gelar Doktor Cumlaude, Temukan Model PRISM untuk Perbaiki Citra Polri
Eddy Iriawan raih gelar doktor cumlaude dengan disertasi tentang manajemen komunikasi citra Polri.

MEDAN — Eddy Iriawan, wartawan yang telah berkecimpung di dunia jurnalistik sejak 1998, berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang promosi doktor di Ruang IMT-GT Biro Rektor USU, Senin (8/6/2026). Disertasinya berjudul “Model Manajemen Komunikasi Dalam Merekonstruksi Citra Kepolisian Negara Republik Indonesia.”

Mengapa Citra Polri Buruk di Mata Publik?

Dalam pemaparannya, Eddy menjelaskan bahwa banjir informasi di era digital turut memperburuk citra aparat penegak hukum. Ia menyebut dua peristiwa besar yang memperkuat persepsi negatif masyarakat: kasus Ferdy Sambo dan kasus narkoba Teddy Minahasa.

“Meskipun peristiwa-peristiwa kejahatan itu dilakukan oleh beberapa oknum, derasnya arus informasi membuat masyarakat menggeneralisir kejahatan tersebut secara institusi,” kata Eddy di hadapan tim promotor yang diketuai Prof Dr Iskandar Zulkarnain.

Model PRISM: Delapan Langkah Strategis Polri

Eddy menemukan bahwa Polri tidak cukup hanya melakukan framing media atau gerakan sosial digital semata. Ia merumuskan sebuah kebaruan yang disebut model PRISM (Publik Response Integrated Strategic Management Image Recover) Polri.

Model ini terdiri dari delapan langkah strategis. Mulai dari identifikasi awal dengan memantau aktivitas tagar di media, klasifikasi isu berdasarkan segmen politik dan sosial, hingga analisis konteks untuk menilai narasi dominan dan aktor kunci di balik penyebaran tagar.

“Yang terpenting dari semua ini adalah lini divisi humas sebagai yang terdepan mulai dari Mabes, Polda hingga ke tingkat Polsek. Keseragaman gerak dalam menerapkan ini akan menentukan keberhasilan,” ujarnya.

Respons Terintegrasi hingga Dialog Publik

Langkah selanjutnya dalam model PRISM mencakup respons terintegrasi berupa konten klarifikasi berbasis data sesuai gaya bahasa publik. Polri juga diminta membuka ruang partisipasi publik melalui diskusi daring dan polling.

Evaluasi berkala terhadap dampak komunikasi pada opini publik menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif data media sosial menjadi langkah ketujuh. Seluruh respon dan strategi kemudian didokumentasikan dalam database institusi untuk acuan penanganan isu serupa di masa mendatang.

Sidang terbuka ini dipimpin Wakil Rektor III USU, Prof Dr Eng Himsar Ambarita. Turut hadir Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, sebagai tamu undangan.

Bagikan
Sumber: analisadaily.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks