MEDAN — Harga TBS kelapa sawit di 15 daerah penghasil di Sumatera Utara kembali merosot pada pekan ini. Petani kecil yang menggantungkan hidup dari komoditas ini mulai mengeluhkan tekanan biaya produksi yang tak sebanding dengan pendapatan.
Berdasarkan data yang dihimpun, harga tertinggi pekan ini diterima petani di Serdang Bedagai (Sergai) sebesar Rp 3.280 per kilogram. Sementara harga terendah tercatat di Kabupaten Batubara yang hanya Rp 2.100 per kilogram.
Penurunan Harga di 13 dari 15 Kabupaten
Dari 15 daerah penghasil sawit di Sumut, mayoritas mencatatkan penurunan signifikan dibandingkan pekan sebelumnya. Hanya dua daerah yang harganya bertahan: Labuhanbatu Selatan di Rp 3.120/kg dan Tapanuli Selatan di Rp 3.036/kg.
Berikut rincian harga TBS pekan ini di sejumlah kabupaten:
- Langkat: Rp 2.455/kg (turun dari Rp 3.155/kg)
- Deli Serdang: Rp 2.350/kg (turun dari Rp 3.130/kg)
- Serdang Bedagai: Rp 3.280/kg (turun dari Rp 3.380/kg)
- Simalungun: Rp 2.225/kg (turun dari Rp 3.025/kg)
- Batubara: Rp 2.100/kg (turun dari Rp 3.100/kg)
- Asahan: Rp 2.140/kg (turun dari Rp 3.140/kg)
- Labuhanbatu Utara: Rp 2.540/kg (turun dari Rp 3.175/kg)
- Labuhanbatu: Rp 2.420/kg (turun dari Rp 3.180/kg)
- Padanglawas Utara: Rp 2.590/kg (turun dari Rp 3.115/kg)
- Padanglawas: Rp 3.130/kg (turun dari Rp 3.340/kg)
- Tapanuli Tengah: Rp 2.270/kg (turun dari Rp 3.070/kg)
- Mandailing Natal: Rp 3.120/kg (turun dari Rp 3.320/kg)
- Pakpak Bharat: Rp 2.500/kg (turun dari Rp 3.000/kg)
Petani Kecil Terjepit Biaya Pupuk yang Terus Naik
Para petani kecil dengan luas lahan terbatas menjadi pihak yang paling terpukul. Mereka mengaku khawatir tidak mampu membeli pupuk yang harganya kian mahal dan semakin sulit diperoleh di pasaran.
"Tanaman sawit jika tidak dipupuk maka TBS kelapa sawit juga akan turun jumlahnya," kata para petani, seperti dikutip dari laporan yang diterima redaksi.
Kondisi ini menciptakan lingkaran setan: harga jual turun, biaya produksi naik, dan hasil panen berpotensi ikut merosot jika pemupukan diabaikan. Pekan ini menjadi salah satu periode dengan fluktuasi harga paling tajam dalam beberapa waktu terakhir di Sumut.