TAPANULI SELATAN — Jembatan gantung atau rambin di Desa Sipenggeng dikerjakan secara gotong royong oleh jajaran Kodim 0212/Tapanuli Selatan bersama masyarakat. Memasuki tahap pemasangan hanger dan lantai, konstruksi ditargetkan menghubungkan wilayah yang selama ini terpisah oleh sungai besar atau jurang.
Pemasangan dua komponen tersebut menjadi bagian penting dari sarana penghubung yang akan dipakai warga sehari-hari. Selama ini, perjalanan antar desa di sekitar Batang Toru harus memutar lebih jauh karena tidak ada akses langsung.
Kapendam I/BB Kol Inf Sandy, S.I.P., M.Han., menyebut jembatan gantung tersebut nantinya berfungsi sebagai akses penghubung antar desa. Warga tidak perlu lagi menempuh perjalanan lebih lama untuk mencapai wilayah di seberang.
"Jembatan ini juga akan mempermudah anak-anak sekolah untuk berangkat dan pulang belajar dengan aman, mempercepat akses warga menuju fasilitas kesehatan seperti puskesmas," kata Sandy.
Selain itu, petani di sekitar Desa Sipenggeng akan lebih mudah mengangkut hasil bumi dan komoditas perkebunan. Waktu tempuh lebih singkat, biaya logistik ikut turun.
Akses penghubung yang memadai berpotensi mendukung distribusi hasil pertanian warga. Selama ini, ongkos angkut menjadi salah satu beban petani karena harus melewati jalur memutar.
Program pembangunan jembatan gantung sendiri masuk dalam prioritas pemerintah untuk pemerataan ekonomi dan pembangunan daerah. Kehadirannya diharapkan meningkatkan konektivitas serta memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Progres 50 persen per Rabu (28/10/2026) membuat sisa pekerjaan mencakup penyelesaian lantai dan penggantung jembatan. Belum ada keterangan resmi soal target tanggal rampung dari Kodim 0212/Tapanuli Selatan.