SUMATERA UTARA — Keyboard mekanikal open-source bernama Tiwaz membawa pendekatan berbeda dari keyboard split kebanyakan. Perangkat ini dibekali dua joystick yang dapat dikonfigurasi sebagai input gamepad, arah analog, hingga gerakan mouse, sehingga bisa dipakai untuk bermain game hanya dengan satu tangan. Seluruh proyek tersedia di GitHub dan rencananya akan dijual dalam bentuk kit lengkap lewat platform crowdfunding Crowd Supply.
Keyboard split umumnya dirancang untuk mengejar kenyamanan mengetik, terutama bagi pengguna yang ingin mengurangi beban pada pergelangan tangan. Tiwaz menempuh jalur lain. Keyboard mekanikal open-source ini menambahkan dua joystick yang membuat fungsinya meluas dari sekadar alat input teks menjadi perangkat gaming dan macro pad.
Desainnya menggunakan tata letak split ortholinear dengan total 76 tombol, terbagi rata 38 tombol di setiap sisi. Dua joystick ditempatkan di bagian dalam masing-masing sisi, tepat di area yang mudah dijangkau jempol saat tangan beristirahat di posisi mengetik.
Joystick pada Tiwaz tidak hanya berfungsi sebagai pengganti tombol arah. Pengguna dapat mengonfigurasinya untuk menghasilkan input layaknya gamepad, arah analog, atau bahkan menggerakkan kursor mouse. Konfigurasi ini membuat keyboard bisa dipakai untuk bermain game tanpa perangkat tambahan.
Yang membedakan Tiwaz dari keyboard split lain adalah kemandirian tiap sisi. Setiap belahan dapat berfungsi secara terpisah, sehingga pengguna bisa memilih hanya sisi kiri atau kanan sesuai kebutuhan. Satu sisi bisa berperan sebagai controller satu tangan saat bermain game, sementara sisi lainnya dipakai sebagai macro pad untuk menjalankan perintah tertentu.
Dari sisi perangkat keras, Tiwaz menggunakan mikrokontroler STM32F401 dan konektor USB Type-C. Setiap tombol dilengkapi pencahayaan RGB berbasis LED WS2812. Soket tombolnya menggunakan sistem hot-swap yang kompatibel dengan switch standar MX, sehingga pengguna bisa mengganti switch tanpa perlu menyolder.
Casing-nya memakai sistem gasket mount dengan material peredam yang diletakkan di antara plate, PCB, dan enclosure. Pendekatan ini bertujuan meredam getaran dan menghasilkan suara ketikan yang lebih terkontrol.
Untuk perangkat lunak, Tiwaz mengandalkan firmware QMK dan kompatibel dengan Vial. Keduanya memungkinkan pengguna mengatur ulang fungsi tombol maupun joystick sesuai preferensi, termasuk membuat lapisan tombol khusus untuk game tertentu.
Seluruh proyek Tiwaz tersedia secara terbuka di GitHub. Siapa pun bisa mengunduh berkas desain dan merakitnya sendiri, dengan catatan memiliki printer 3D untuk casing, PCB custom, serta alat solder untuk menyatukan komponen.
Bagi yang tidak ingin merakit dari nol, pengembang berencana menghadirkan Tiwaz dalam bentuk kit lengkap melalui Crowd Supply. Platform crowdfunding tersebut akan menjadi jalur distribusi resmi pertama bagi keyboard ini, meski jadwal pastinya belum diumumkan.
Pendekatan open-source plus crowdfunding menempatkan Tiwaz di segmen yang cukup spesifik: komunitas keyboard mekanikal yang terbiasa merakit sendiri dan mencari perangkat dengan fungsi di luar kebiasaan. Bagi pelaku bisnis periferal gaming, format split dengan joystick terintegrasi bisa menjadi sinyal arah permintaan baru, terutama di kalangan pengguna yang ingin mengurangi jumlah perangkat di meja.