SUMATERA UTARA — MediaTek mengumumkan Dimensity 9600 Pro sebagai chipset pertama mereka yang dibangun dengan proses N2P 2nm dari TSMC. Proses manufaktur ini sebelumnya sudah dikonfirmasi akan dipakai Intel, AMD, dan sejumlah produsen chip lain sejak setahun lalu.
Dengan langkah ini, MediaTek mendahului Qualcomm yang diperkirakan baru mengadopsi N2P 2nm lewat Snapdragon 8 Elite Gen 6. Apple juga sudah menyatakan memakai proses 2 nanometer TSMC untuk seluruh model iPhone 18 yang baru diumumkan di ajang Surprise and Shine pekan lalu.
MediaTek mengklaim Dimensity 9600 Pro mampu menaikkan kecepatan single-core hingga 17 persen dan performa multi-core 15 persen dibanding generasi sebelumnya. Konsumsi daya multi-core turun drastis sampai 61 persen.
Untuk gaming, chip ini menjanjikan performa puncak 27 persen lebih tinggi, raytracing 18 persen lebih cepat, dan konsumsi daya 24 persen lebih rendah saat bekerja di kecepatan maksimal. Kombinasi GPU dan AI computing lewat arsitektur dual-NPU jadi salah satu pendorong utama efisiensi tersebut.
MediaTek menyebut diri sebagai produsen chipset mobile nomor satu, dengan nilai pasar lebih besar dari Qualcomm. Klaim ini sejalan dengan posisi mereka yang selama ini memang kuat di segmen menengah ke atas, meski namanya jarang muncul di sorotan publik dibanding kompetitornya.
Sejumlah merek yang memakai chip MediaTek antara lain Oppo, Xiaomi, Samsung, Motorola, dan Realme. Nama-nama lain yang kurang dikenal di pasar Indonesia juga masuk dalam daftar pengguna chip ini.
Belum ada keterangan resmi soal jadwal peluncuran ponsel yang memakai Dimensity 9600 Pro. MediaTek juga tidak menyebut harga atau daftar perangkat pertama yang akan mengadopsinya.
Yang jelas, kehadiran chip ini menandai pergeseran adopsi proses 2nm di industri chipset mobile. Jika Qualcomm benar menyusul lewat Snapdragon 8 Elite Gen 6, persaingan di segmen flagship bakal makin ketat pada siklus peluncuran ponsel berikutnya.