Kiandra Ramadhipa Nilai Fasilitas Latihan Balap di Indonesia Sudah Memadai, tapi Efisiensi ala Eropa Tetap Diperlukan

Penulis: Nofrizal Hasan  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:37:31 WIB
Pembalap Kiandra Ramadhipa menyampaikan pandangannya mengenai fasilitas latihan balap di Indonesia yang dinilai sudah memadai.

SUMATERA UTARA — Kiandra Ramadhipa, atau yang akrab disapa Rama, mengungkapkan bahwa untuk berlatih di dalam negeri, ia biasanya memanfaatkan sejumlah sirkuit yang tersebar di Pulau Jawa. Beberapa di antaranya adalah sirkuit di Boyolali, Mandala Krida, dan sirkuit milik Veda Ega Pratama di Gunungkidul.

Keberadaan lintasan-lintasan tersebut menjadi modal penting bagi pengembangan pembalap muda Indonesia. Rama menegaskan bahwa secara fasilitas, Indonesia tidak kekurangan sarana untuk berlatih.

Efisiensi Berlatih di Eropa: Lebih dari Sekadar Fasilitas

Meski fasilitas dalam negeri dinilai baik, Rama memberikan pandangan berbeda mengenai pengalaman berlatih di Eropa. Menurutnya, negara-negara Eropa yang memiliki banyak sirkuit memberikan keuntungan tersendiri bagi pembalap.

Keuntungan utama yang ia soroti bukanlah sekadar kualitas aspal atau tikungan, melainkan ekosistem yang terbentuk. Dengan banyaknya sirkuit, pembalap memiliki lebih banyak kesempatan untuk bertemu dan berlatih bersama para pembalap World Championship.

”Berlatih di Eropa lebih efisien karena banyak sirkuit dan bertemu pembalap World Championship,” ujarnya.

Jam Terbang di Atas Motor Lebih Penting dari Sekadar Sirkuit

Di tengah perbandingan fasilitas antara Indonesia dan Eropa, Rama justru menekankan satu hal yang menurutnya jauh lebih krusial. Ia menilai bahwa kunci utama peningkatan performa seorang pembalap adalah volume latihan di atas motor.

Menurut Rama, apapun sirkuitnya, baik di Boyolali maupun di Eropa, yang terpenting adalah bagaimana pembalap bisa memperbanyak jam terbang. Semakin sering berada di atas motor, semakin tajam insting dan semakin cepat pula waktu putaran yang bisa dicapai.

Pernyataan ini sekaligus menjawab anggapan bahwa pembalap Indonesia terkendala oleh minimnya fasilitas. Bagi Rama, mentalitas untuk terus berlatih dan mencari pengalaman adalah faktor pembeda yang sesungguhnya.

Reporter: Nofrizal Hasan
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top