SUMATERA UTARA — Kabar duka datang dari kubu juara bertahan Piala Dunia. Pelatih kepala Prancis, Didier Deschamps (57), mendapat izin khusus dari Presiden FFF Philippe Diallo untuk terbang pulang ke Prancis pada Selasa (20/7) waktu setempat. Ia harus meninggalkan tim saat turnamen grup masih berlangsung.
FFF mengonfirmasi Deschamps mengetahui kabar kepergian sang ibu pada Selasa pagi. Asisten pelatih Guy Stephan akan mengambil alih kendali tim hingga Deschamps kembali.
Prancis sudah memastikan diri lolos ke fase gugur setelah mengalahkan Senegal (3-1) dan Irak (3-0) di dua laga awal Grup I. Pertandingan terakhir fase grup melawan Norwegia di Boston, Jumat (23/7), hanya akan menentukan juara grup.
Sebelum kepergian Deschamps, Les Bleus tampil solid. Mereka menundukkan Senegal 3-1 di New Jersey pekan lalu. Kemenangan telak 3-0 atas Irak di Philadelphia juga diraih meski pertandingan sempat tertunda dua jam karena cuaca buruk.
Konsistensi ini membuat Prancis tetap diunggulkan meski tanpa pelatih kepala di bench saat meladeni Norwegia.
Deschamps bukan nama sembarangan di sepak bola Prancis. Sebagai pemain, ia merasakan manisnya juara Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.
Setelah mengambil alih tim nasional pada 2012, ia membawa Prancis ke puncak dunia dengan menjuarai Piala Dunia 2018 di Rusia. Empat tahun berselang, ia kembali membawa tim ke final, meski harus mengakui keunggulan Argentina di partai puncak Qatar 2022.
Kini, di tengah misi mempertahankan gelar, Deschamps harus menghadapi ujian emosional terbesar di luar lapangan. FFF belum mengumumkan kapan tepatnya ia akan kembali bergabung dengan skuad.