MEDAN — Sebanyak 355 jamaah haji dari Kelompok Terbang (Kloter) 16 Debarkasi Medan tiba di Asrama Haji Medan, Sabtu. Mereka berasal dari empat kabupaten/kota di Sumatera Utara, dengan mayoritas dari Kota Medan.
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak hadir langsung menyambut kedatangan mereka. Ia mendoakan seluruh jamaah mendapat predikat haji mabrur dan mabrurah serta membawa keberkahan bagi keluarga di kampung halaman.
Di hadapan para jamaah, Wamenhaj menyampaikan permohonan maaf secara pribadi dan atas nama pemerintah. Permintaan maaf ini mencakup pelayanan saat pemberangkatan, selama menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci, hingga perjalanan pulang.
“Saya mohon maaf kepada bapak ibu sekalian. Mudah-mudahan, kami bisa terus memperbaiki pelayanan haji dari tahun ke tahun. Jadi tahun ini harus lebih baik dari tahun sebelumnya,” ucap Dahnil di Asrama Haji Medan.
Wamenhaj juga mengingatkan para jamaah untuk menjalani karantina mandiri selama 21 hari setelah tiba di rumah. Langkah ini dilakukan karena adanya kekhawatiran penularan virus dari orang lain selama berada di Tanah Suci.
“Dahulu kalau naik haji dikarantina, pulangnya juga dikarantina. Kapalnya di Aceh semuanya berhenti di Sabang. Kenapa? karena dikhawatirkan menularkan penyakit. Tapi sekarang cukup dikarantina mandiri,” jelasnya.
Data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan merinci, dari 355 jamaah yang tiba, sebanyak 346 orang berasal dari Kota Medan. Sementara itu, Kabupaten Deli Serdang, Asahan, dan Kota Padangsidempuan masing-masing hanya satu orang. Sisanya, enam orang merupakan petugas kloter.
“Baik bapak ibu sekalian, selamat beristirahat, dan selamat berkumpul dengan keluarga. Sekali lagi atas nama pemerintah, kami mohon maaf dengan sangat. Mudah-mudahan semuanya sehat,” tutup Wamenhaj Dahnil.
Jamaah diimbau untuk tetap menjalani karantina mandiri selama 21 hari. Selain itu, mereka diminta menjaga kondisi kesehatan dan segera melapor ke puskesmas terdekat jika mengalami gejala sakit. Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan haji setiap tahunnya demi kenyamanan jamaah, khususnya asal Sumatera Utara.