RS Murni Teguh Siap Hadirkan Layanan Kesehatan Taraf Internasional di Sumut, Target Kurangi Warga Berobat ke Luar Negeri

Penulis: Hendrizal Satria  •  Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:16:31 WIB
Penandatanganan MoU antara Pemprov Sumut dan PT Murni Sadar untuk RS bertaraf internasional di Medan.

MEDAN — Sekitar 15 juta penduduk Sumatera Utara menjadi sasaran utama dari proyek rumah sakit bertaraf internasional yang akan dihadirkan RS Murni Teguh. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Sumut melalui BUMD PT Dhirga Surya Sumatera Utara dan PT Murni Sadar Tbk digelar di Kantor Gubernur Sumut, Jumat (13/12/2024).

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumut, Basarin Yunus Tanjung, menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis yang telah lama dinantikan. “Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis layanan kesehatan berstandar global,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Mengapa Warga Sumut Butuh RS Internasional?

Selama ini, banyak warga Sumut dengan kondisi medis kompleks memilih berobat ke Penang, Malaysia, atau negara Asia Tenggara lainnya. Ketiadaan fasilitas setara di dalam provinsi menjadi alasan utama. Dengan hadirnya RS Murni Teguh bertaraf internasional, pasien tak perlu lagi mengeluarkan biaya transportasi dan akomodasi besar ke luar negeri.

Presiden Direktur PT Murni Sadar Tbk, Dr dr Mutiara MHA MKT, menegaskan bahwa penguatan kompetensi tenaga medis lokal menjadi prioritas. “Kami ingin masyarakat mendapat layanan kesehatan berstandar internasional tanpa harus berobat ke luar negeri. Melalui penguatan sumber daya manusia, teknologi, dan kolaborasi yang baik, cita-cita ini bisa kita wujudkan,” katanya.

Target Enam Bulan: Dari MoU ke Perjanjian Konkret

MoU ini hanya berlaku selama enam bulan sebagai tahap awal. Pemerintah provinsi mendorong agar dalam kurun waktu tersebut, seluruh peta jalan dan perencanaan rampung sehingga bisa segera ditingkatkan menjadi perjanjian kerja sama (PKS). “Mudah-mudahan dalam enam bulan ini MoU tidak diperpanjang, namun bisa menjadi PKS. Ini menjadi perhatian Bapak Gubernur menghadirkan rumah sakit kelas internasional di Sumut,” ujar Basarin.

Direktur Utama PT Dhirga Surya Sumatera Utara, Ari Wibowo, menyatakan optimisme terhadap proyek ini. “Kami optimistis proyek ini dapat menjadi kebutuhan, sekaligus kebanggaan masyarakat Sumut, serta menjadi wajah baru sektor kesehatan di daerah,” ujarnya.

Dukungan Pemprov: Kemudahan Peralatan dan Pelatihan Tenaga Medis

Pemprov Sumut berkomitmen mendukung penuh realisasi rumah sakit ini. Dukungan meliputi peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kemudahan pengadaan peralatan medis modern, termasuk melalui skema kerja sama operasional (KSO).

Dr dr Mutiara menambahkan, penguatan kompetensi tenaga medis akan menjadi fokus utama melalui program pelatihan dan kerja sama dengan tenaga ahli internasional. “Kami berharap dalam waktu enam bulan seluruh tahapan perencanaan dapat diwujudkan, dan dilanjutkan ke tahap kerja sama yang lebih konkret,” pungkasnya.

Kapan RS Internasional Ini Mulai Beroperasi?

Belum ada tanggal pasti operasional rumah sakit. Namun, dengan tenggat enam bulan untuk penyusunan perjanjian kerja sama, proses pembangunan dan pengoperasian diperkirakan baru akan dimulai setelah PKS ditandatangani. Masyarakat Sumut diharapkan bisa menikmati layanan kesehatan global dalam beberapa tahun ke depan.

Reporter: Hendrizal Satria
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top