MEDAN — Ajang pemilihan Duta Kesetiakawanan Sosial Sumatera Utara tahun 2026 resmi digelar untuk pertama kalinya. Sebanyak 250 peserta dari berbagai daerah di provinsi ini bersaing menjadi teladan bagi kalangan muda dalam hal kepedulian sosial.
Kegiatan yang mengusung tema "Jadilah Duta Sosial yang Inspiratif dan Terdepan" ini berlangsung di Aula Raja Inal Siregar (RIS), Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Jumat (19/6/2026) malam.
Staf Ahli I Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sumatera Utara, Titiek Sugiharti, menyampaikan harapannya agar para duta yang terpilih mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda. Menurutnya, anak muda tidak hanya dituntut cerdas dan berprestasi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di sekitarnya.
"Melalui kegiatan ini, saya berharap lahir generasi muda yang mampu menjadi teladan, penggerak, sekaligus penyambung semangat gotong royong di tengah masyarakat," ucap Titiek dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa gelar Duta Kesetiakawanan Sosial bukan sekadar simbol atau penghargaan semata. Gelar tersebut, lanjutnya, merupakan amanah untuk terus mengajak dan menginspirasi masyarakat, khususnya kalangan muda, agar lebih peduli terhadap berbagai persoalan sosial.
Titiek menambahkan, nilai-nilai kesetiakawanan sosial merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang kuat, harmonis, dan saling mendukung. Ajang ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang mampu membawa perubahan positif di lingkungan sekitarnya.
"Jadilah duta sosial yang inspiratif dan terdepan," pesannya kepada para peserta.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara, Illyan Chandra Simbolon, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan yang pertama kali digelar di Sumatera Utara. Sebanyak 250 peserta dari berbagai daerah di Sumut ikut ambil bagian dalam ajang tersebut.
Pemilihan Duta Kesetiakawanan Sosial ini menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran sosial di kalangan generasi muda Sumut. Diharapkan, para duta yang terpilih nantinya bisa menjadi agen perubahan yang aktif menyebarkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.