Telkom Rombak Komisaris, Angkat Anthony Leong dan Edwin Hidayat — Direksi Tetap

Penulis: Nofrizal Hasan  •  Senin, 08 Juni 2026 | 19:12:01 WIB
RUPST Telkom setujui perubahan komisaris tanpa mengubah susunan direksi.

SUMATERA UTARA — RUPST yang digelar di Jakarta itu menyetujui perubahan di jajaran dewan komisaris tanpa menyentuh susunan direksi. Angga Raka Prabowo tetap menjabat sebagai Komisaris Utama, didampingi komisaris independen seperti Deswandhy Agusman, Ira Noviarti, dan Rofikoh Rokhim. Nama baru yang masuk adalah Anthony Leong sebagai komisaris independen dan Edwin Hidayat Abdullah sebagai komisaris.

Adapun jajaran direksi masih dipimpin oleh Dian Siswarini sebagai Direktur Utama. Posisi direktur lainnya seperti Veranita Yosephine (Enterprise & Business Service), Willy Saelan (Human Capital Management), dan Arthur Angelo Syailendra (Keuangan & Manajemen Risiko) juga tidak berubah. Struktur ini menunjukkan pemegang saham memberikan kepercayaan penuh pada tim eksekutif yang ada untuk menjalankan strategi ke depan.

Kinerja 2025: Pendapatan Rp 146 Triliun, Laba Bersih Rp 17,8 Triliun

Di tengah perubahan komposisi komisaris, Dian Siswarini memaparkan capaian kinerja perseroan. Sepanjang 2025, Telkom membukukan pendapatan Rp 146,74 triliun, EBITDA Rp 72,24 triliun, dan laba bersih Rp 17,81 triliun. Angka ini menjadi modal utama untuk mempercepat program transformasi TLKM 30 yang sudah berjalan sejak tahun lalu.

Menurut Dian, transformasi difokuskan pada empat pilar: efisiensi operasional, penyederhanaan portofolio bisnis, optimalisasi aset, dan perubahan model operasional. “Tahun ini kami akan melakukan percepatan eksekusi strategi secara disiplin dan terukur,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Divestasi AdMedika dan Monetisasi Infrastruktur

Sepanjang 2025 hingga awal 2026, Telkom sudah merampingkan enam entitas usaha dan menyelesaikan divestasi AdMedika Group pada 2 Juni 2026. Langkah ini bagian dari strategi penyederhanaan portofolio agar fokus pada bisnis inti telekomunikasi dan digital.

Perseroan juga tengah memisahkan aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia. Proyek monetisasi infrastruktur ini ditargetkan rampung pada kuartal III 2026. Selain itu, Telkom kembali membuka peluang kemitraan strategis di bisnis pusat data untuk memperkuat posisi di ekosistem digital nasional.

Model HoldCo–OpCo untuk Transparansi Lebih Baik

Telkom mulai menerapkan model HoldCo–OpCo dengan pelaporan berbasis segmen. Langkah ini diambil untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja setiap unit bisnis. Dian menilai 2025 menjadi tahun penting untuk memperkuat fondasi sekaligus menyiapkan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan setiap langkah yang diambil mampu berkontribusi dalam membangun ekosistem digital nasional yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing global,” kata Dian. Dengan struktur komisaris yang diperbarui dan strategi yang terus dijalankan, Telkom optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan di tengah persaingan industri telekomunikasi yang ketat.

Reporter: Nofrizal Hasan
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top