SUMATERA UTARA — OpenAI akhirnya angkat bicara soal kepatuhan terhadap perintah eksekutif AI yang ditandatangani Donald Trump pekan lalu. Perusahaan pengembang ChatGPT itu menyatakan siap membuka akses bagi pemerintah untuk mengevaluasi model-model terbaru mereka sebelum diedarkan ke publik.
"Sudah sepantasnya pemerintah demokratis memiliki peran besar dalam cara teknologi ini digunakan dan diterapkan," ujar George Osborne, kepala urusan negara OpenAI, kepada CNBC. Ia menambahkan bahwa pihaknya menyarankan pemerintah membentuk badan regulator yang kuat namun tetap fleksibel dalam operasionalnya.
Perintah eksekutif versi awal dirancang bersama berbagai pemangku kepentingan. Aturan itu mewajibkan perusahaan menyerahkan model AI 90 hari sebelum rilis. Namun partisipasi bersifat sukarela — perusahaan tidak diwajibkan, hanya diminta bergabung.
Belakangan, perintah tersebut di