Pemprov Sumut Mulai Pemulihan 37.318 Ha Sawah Terdampak Bencana

Sawah terdampak banjir mulai direhabilitasi
Penulis: Rian Murdani
Rabu, 28 Januari 2026 | 15:35:02 WIB

Sumatera Utara, 28 Januari 2026 - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk memulihkan sektor pertanian setelah bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah pada akhir November lalu.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, saat memimpin kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) rehabilitasi sawah terdampak bencana yang dipusatkan di Desa Sigotom, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Kegiatan groundbreaking dilaksanakan secara virtual bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto. Turut mendampingi Surya di lokasi, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu serta Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur Pertanian, Ali Jamil.

Surya menyampaikan bahwa rehabilitasi sawah ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ketahanan pangan Sumatera Utara. Berdasarkan pendataan pemerintah provinsi, total lahan sawah yang terdampak mencapai 37.318 hektare, dengan rincian 22.274 hektare rusak ringan, 10.690 hektare rusak sedang, dan 4.354 hektare mengalami kerusakan berat. Sementara di Kabupaten Tapanuli Tengah sendiri, kerusakan lahan tercatat seluas 3.205 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Menurut Surya, Kecamatan Tukka merupakan salah satu sentra pertanian rakyat yang terdampak cukup signifikan. Kerusakan lahan dan jaringan irigasi telah menurunkan produktivitas serta pendapatan petani. Karena itu, rehabilitasi ini menjadi langkah konkret untuk mengembalikan fungsi lahan pertanian dan sistem irigasi.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam proses pemulihan. Surya menekankan bahwa pembangunan pertanian tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga membutuhkan kebersamaan dan semangat gotong royong agar hasilnya dapat berkelanjutan.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa pemerintah pusat mengalokasikan bantuan senilai Rp78,5 miliar untuk pemulihan sektor pertanian di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan tersebut mencakup penyediaan pupuk, benih, alat dan mesin pertanian, serta dukungan kebutuhan pokok bagi masyarakat terdampak.

Ia menambahkan, rehabilitasi dilakukan melalui skema padat karya agar petani dapat terlibat langsung dan memperoleh penghasilan selama proses pemulihan berlangsung. Pemerintah pusat juga memastikan jajaran terkait tetap berada di lapangan hingga seluruh tahapan rehabilitasi selesai.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengapresiasi respons cepat dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, pemulihan sektor pertanian memiliki dampak strategis bagi stabilitas daerah maupun nasional.

Program rehabilitasi ini menandai dimulainya perbaikan menyeluruh terhadap infrastruktur pertanian, termasuk pengadaan alat pertanian, perbaikan jaringan irigasi, serta pembangunan kembali jalan usaha tani di wilayah terdampak bencana.

Reporter: Rian Murdani